PENJUAL BAKSO BORAKS! Digerebek Dinkes dan Polisi di Kecamatan Ngadiluwih pada 10 Desember 2025

0
artworks-000107426167-9pdgyy-t500x500.jpg

KediriNews.com – Sebuah operasi penertiban terhadap pedagang bakso ilegal yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks dan formalin digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan polisi di Kecamatan Ngadiluwih, Jawa Timur, pada 10 Desember 2025. Operasi ini dilakukan setelah munculnya laporan dari warga setempat yang khawatir dengan kualitas produk yang mereka konsumsi.

“Operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengkhawatirkan penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam pembuatan bakso,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Rina Wijayanti, saat ditemui di lokasi kejadian. “Kami ingin memastikan bahwa semua makanan yang dijual di wilayah kami aman untuk dikonsumsi.”

Menurut informasi yang dihimpun, para pelaku diduga menggunakan boraks untuk memberi tekstur kenyal pada bakso dan formalin sebagai pengawet. Kedua bahan tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. “Bakso yang mengandung boraks cenderung lebih kenyal dan tidak mudah hancur ketika dimakan,” tambahnya.

Penyebab Operasi Penertiban

Operasi yang digelar pada pagi hari itu berlangsung secara mendadak dan diikuti oleh sejumlah petugas dari Dinkes dan Polsek Ngadiluwih. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap beberapa gerobak bakso yang berada di pasar tradisional setempat. Beberapa sampel makanan juga diambil untuk dianalisis di laboratorium.

Selain itu, para pelaku juga diperiksa terkait izin usaha dan kebersihan tempat produksi. “Kami menemukan adanya indikasi pelanggaran terkait penggunaan bahan kimia dan tidak ada sertifikat halal,” kata Kapolsek Ngadiluwih, AKP Suryadi.

Ciri-Ciri Bakso Berbahaya

Sebelumnya, masyarakat sempat dibuat waspada karena banyaknya isu tentang bakso yang mengandung boraks dan formalin. Menurut ahli gizi, ciri-ciri bakso yang mengandung bahan kimia tersebut antara lain:

  1. Tekstur yang sangat kenyal, bahkan ketika digigit.
  2. Warna yang terlalu putih dan tidak alami.
  3. Tidak lengket meskipun sudah dingin.
  4. Mantul atau memantul ketika dijatuhkan.
  5. Tidak mudah hancur dan awet dalam waktu lama.

“Bakso asli biasanya akan terasa garing dan tidak terlalu kenyal,” kata Robby W, Marketing Manager PT. Sumber Prima Anugrah Abadi (Bakso Sumber Selera), dalam pernyataannya beberapa tahun lalu.

Komentar dari Warga

Warga setempat menyambut baik tindakan yang dilakukan oleh Dinkes dan polisi. Mereka merasa khawatir dengan kesehatan keluarga mereka akibat konsumsi makanan yang tidak jelas bahan dasarnya.

“Kami selama ini sering beli bakso di sini, tapi tidak tahu apakah aman atau tidak. Ini pertama kalinya ada operasi seperti ini,” ujar Siti, salah satu warga yang tinggal di dekat pasar.

Namun, beberapa pedagang lain merasa kecewa karena operasi tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. “Kalau ada pemberitahuan, kami bisa bersiap lebih baik,” ujar salah satu pedagang yang ditangkap.

Langkah Selanjutnya

Setelah operasi, Dinkes dan polisi akan melakukan analisis lebih lanjut terhadap sampel yang diambil. Jika terbukti melanggar aturan, para pelaku akan dijerat dengan hukuman sesuai UU Kesehatan dan Peraturan Daerah setempat.

“Pelaku bisa dihukum denda atau bahkan dipenjara,” tambah AKP Suryadi. “Kami akan tegas terhadap siapa pun yang mengabaikan kesehatan masyarakat.”

Operasi pemeriksaan bakso di pasar tradisional Ngadiluwih

Sampel bakso yang diambil untuk dianalisis di laboratorium

Hashtag Terkait:

BaksoBoraks #Ngadiluwih #DinkesKediri #KesehatanMasyarakat #PenindakanPangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *