KediriNews.com – Di tengah tuntutan pasar global yang semakin menginginkan produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, pengrajin kayu jati di Kecamatan Kandangan mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam memenuhi permintaan ekspor. Pada 10 Oktober 2025, mereka akan meluncurkan sejumlah produk furnitur mewah yang telah dipersiapkan secara matang untuk menembus pasar internasional.
“Kami sudah melakukan persiapan selama beberapa bulan, termasuk pelatihan khusus terhadap para perajin agar dapat memproduksi barang dengan standar ekspor,” kata Suryadi, salah satu pengrajin senior di Kecamatan Kandangan. Ia menjelaskan bahwa produk-produk yang akan diekspor menggunakan bahan baku kayu jati pilihan yang diperoleh dari sumber-sumber terpercaya.
Berikut adalah beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh para pengrajin:
-
Peningkatan Kualitas Produksi
Para pengrajin bekerja sama dengan lembaga pelatihan lokal untuk meningkatkan keterampilan dalam proses pahat, finishing, dan pengemasan. Mereka juga memastikan bahwa setiap produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan ekspor. -
Pemantapan Branding Lokal
Dengan dukungan pemerintah daerah, Kecamatan Kandangan berupaya memperkuat branding produk lokal. Hal ini dilakukan melalui partisipasi dalam event pameran internasional seperti International Furniture Expo (IFEX) dan promosi melalui media digital. -
Pengembangan Pasar Ekspor
Sejumlah pembeli asing dari Eropa dan Asia Tenggara telah menunjukkan minat terhadap produk kayu jati Kandangan. Beberapa di antaranya bahkan sudah melakukan pembelian berulang, menunjukkan bahwa kualitas produk tidak diragukan lagi.
Selain itu, pengrajin juga menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Mereka mulai beralih ke bahan-bahan alami dan teknik produksi yang ramah lingkungan, sesuai dengan permintaan pasar global saat ini.
Menurut data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Blora, ekspor produk olahan kayu jati dari wilayah Jawa Tengah terus meningkat. Pada tahun 2025, jumlah kontainer yang dikirim ke luar negeri mencapai angka yang signifikan, terutama ke Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat.
“Kami sangat optimis bahwa produk kayu jati Kandangan akan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Widya, salah satu pengusaha furnitur yang bekerja sama dengan perajin lokal. “Bahkan, beberapa buyer sudah menanyakan tentang kemungkinan kerja sama jangka panjang.”
Dalam rangka memperluas pasar ekspor, pemerintah setempat juga berencana mengadakan pelatihan khusus bagi para pengrajin, terutama dalam hal manajemen bisnis, pemasaran digital, dan penggunaan teknologi modern dalam produksi. Hal ini bertujuan untuk memperkuat daya saing produk lokal di tengah kompetisi global.
Sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal, Kecamatan Kandangan juga berkomitmen untuk menjaga tradisi pengrajin kayu jati yang telah ada selama ratusan tahun. Bahkan, beberapa desain klasik masih digunakan sebagai dasar pembuatan produk modern, sehingga menghadirkan kombinasi antara tradisi dan inovasi.
Dengan adanya momentum ini, pengrajin kayu jati di Kecamatan Kandangan tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi lokal, tetapi juga menjadi representasi budaya Indonesia yang tangguh di kancah internasional.




