PENGEMIS MODUS KAKI BUNTUNG! Ketahuan Lari Saat Dikejar Anjing di Kecamatan Wates pada 12 Desember 2025!

0
pengemis-63e66e0908a8b50f6e0329c2.jpg

KediriNews.com – Pada hari Jumat, 12 Desember 2025, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Kecamatan Wates, saat seorang pengemis dengan modus kaki buntung ketahuan lari setelah dikejar oleh anjing. Kejadian ini menimbulkan perhatian masyarakat dan memicu diskusi tentang tindakan yang dilakukan para pengemis untuk mencari cuan.

Dalam laporan awal, pengemis tersebut diduga melakukan aksi penipuan dengan mengaku memiliki kaki buntung agar mendapatkan simpati dari masyarakat. Namun, saat petugas atau warga mendekatinya, ia langsung melarikan diri. Kejadian ini berlangsung dalam kondisi yang membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka.

Sumber dari portal berita lokal menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi bukti bahwa modus-modus penipuan semacam ini masih marak terjadi. Meski ada banyak kasus serupa yang telah terungkap, seperti yang diberitakan oleh Suara.com pada tahun 2024, namun hal ini tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Pengemis berkaki buntung di Jakarta Timur

“Modus pengemis yang mencari cuan dengan akting kaki buntung itu ternyata belajar dari Youtube,” ujar Premi Lasari, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, dalam pernyataannya. Ia menjelaskan bahwa pengemis tersebut diamankan setelah petugas melakukan asesmen dan menemukan bahwa kakinya tidak buntung. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pengemis menggunakan cara-cara yang tidak jujur untuk memperoleh uang.

Petugas Dinsos menangani pengemis di Jakarta

Selain itu, kejadian di Kecamatan Wates juga mengingatkan kita pada kasus-kasus serupa yang pernah terjadi di Jakarta. Seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com, pengemis asal Surabaya ini diketahui mengaku kaki buntung, namun ternyata hanya modus belaka. Petugas Dinsos kemudian membawanya ke panti sosial untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 169 Tahun 2014 tentang Pola Penanganan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), petugas Dinsos rutin melakukan monitoring wilayah dan penjangkauan terhadap PMKS di Jakarta. Sejak Januari hingga Agustus 2024, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta telah menjangkau sebanyak 4.521 PPKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial).

Beberapa catatan penting:
1. Pengemis yang berpura-pura memiliki kaki buntung sering kali memanfaatkan media sosial seperti YouTube sebagai sumber inspirasi.
2. Petugas Dinsos melakukan asesmen untuk memastikan apakah pengemis tersebut benar-benar membutuhkan bantuan.
3. Setelah ditemukan modus penipuan, pengemis biasanya dibawa ke panti sosial untuk diberikan layanan dan bimbingan sosial lebih lanjut.

Kejadian di Kecamatan Wates juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan-tindakan yang tidak jujur. “Mereka tidak masuk dalam kategori untuk terdaftar dalam DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,” ujar Premi Lasari, yang mengingatkan bahwa tidak semua orang yang meminta sumbangan adalah orang yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Pengemis yang terbukti melakukan penipuan sering kali memiliki alasan tertentu, seperti ingin memperoleh uang secara instan tanpa usaha. Namun, tindakan ini tidak hanya merugikan masyarakat yang memberi sumbangan, tetapi juga dapat mengganggu proses bantuan sosial yang seharusnya ditujukan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Sosial DKI Jakarta terus meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana mengenali pengemis yang berpura-pura. Selain itu, pihak berwenang juga memberikan bimbingan dan pelatihan kepada para pengemis yang sudah terbukti memerlukan bantuan untuk bisa hidup mandiri.

Dengan adanya kejadian di Kecamatan Wates, diharapkan masyarakat lebih sadar akan modus-modus penipuan yang terjadi dan lebih selektif dalam memberikan dukungan kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial.

PengemisBuntung #Wates2025 #PenipuanSosial #DinsosDKI #KecamatanWates

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *