KediriNews.com – Pada hari Jumat, 20 Februari 2025, sebuah peristiwa misterius terjadi di kawasan Gunung Kelud yang berada di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Seorang pendaki dikabarkan tersesat dan memasuki area yang disebut-sebut sebagai “Pasar Setan Gunung Kelud”. Fenomena ini menimbulkan berbagai spekulasi dan mitos yang menghubungkan lokasi tersebut dengan dimensi lain atau kekuatan alam yang tidak terduga.
Menurut laporan saksi mata, pendaki tersebut menghilang setelah memasuki hutan yang berada di sekitar lereng Gunung Kelud. Lokasi tersebut dikenal sebagai daerah yang sering dilaporkan memiliki kejadian aneh, seperti suara aneh, bayangan tak jelas, atau bahkan hilangnya arah secara tiba-tiba. Banyak penduduk setempat percaya bahwa area ini adalah tempat yang penuh misteri, bahkan beberapa dari mereka menyebutnya sebagai “Pasar Setan”.
“Sejak kecil, saya diajarkan untuk tidak pernah masuk ke dalam hutan itu sendirian. Ada banyak cerita tentang orang-orang yang hilang dan tidak pernah kembali,” kata Suryadi, warga setempat yang tinggal di dekat kawasan tersebut.
Mitos dan Masyarakat Setempat
Mitos tentang “Pasar Setan” telah menjadi bagian dari budaya lokal di sekitar Gunung Kelud. Banyak orang tua di Kecamatan Ngancar mengajarkan anak-anak mereka untuk menjauhi area tersebut, terutama saat malam hari. Mereka percaya bahwa jika seseorang masuk ke dalam hutan tanpa persiapan yang cukup, maka ia bisa saja tersesat selamanya atau bahkan menghadapi hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh akal sehat.
Di antara mitos yang beredar, ada juga cerita tentang para pendaki yang melihat sesuatu yang tidak biasa, seperti cahaya biru yang bergerak di dalam hutan, suara bisikan, atau bahkan bayangan manusia yang tidak bisa diidentifikasi. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka merasa seperti berada di dunia yang berbeda, seolah-olah waktu berjalan lebih lambat atau lebih cepat.
“Kami percaya bahwa Gunung Kelud memiliki energi yang kuat. Bukan hanya bumi yang bergetar, tapi juga semacam kekuatan spiritual yang bisa memengaruhi pikiran dan tubuh manusia,” ujar Darto, seorang petani yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Peran Pihak Berwenang
Meski mitos dan cerita-cerita tersebut masih berlaku di kalangan masyarakat, pihak berwenang seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polisi Sektor Ngancar tetap memperhatikan situasi ini. Mereka melakukan pengawasan ketat terhadap wilayah tersebut, terutama saat musim kemarau atau saat cuaca memungkinkan pendaki masuk ke dalam hutan.
Selain itu, BPBD juga memberikan edukasi kepada pendaki tentang pentingnya membawa peralatan lengkap dan mematuhi aturan keselamatan. Mereka juga memperingatkan pendaki agar tidak mencoba masuk ke area yang dilarang, karena risiko kecelakaan sangat tinggi.
“Kami sudah mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang tidak aman. Jika ada yang ingin mendaki, harus melalui jalur resmi dan bersama guide yang berpengalaman,” ujar Kepala BPBD Kediri, Budi Santoso.
Kekhawatiran akan Keselamatan Pendaki
Peristiwa pendaki tersesat di “Pasar Setan” pada 20 Februari 2025 menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan para penyelamat. Meski belum ada informasi resmi tentang kondisi pendaki tersebut, banyak orang khawatir bahwa ia bisa mengalami kecelakaan atau bahkan meninggal.
Beberapa ahli geologi dan ilmuwan lingkungan juga memberikan komentar terkait fenomena ini. Mereka mengatakan bahwa Gunung Kelud memang memiliki medan yang sulit dan rawan, terutama karena aktivitas vulkanik yang masih aktif. Cuaca yang tidak stabil, jalur yang sempit, serta potensi letusan yang bisa terjadi kapan saja membuat daerah ini sangat berbahaya bagi pendaki.
“Jika seseorang tersesat di sini, maka risiko yang dihadapi sangat besar. Bukan hanya fisik, tapi juga mental. Bisa saja mereka mengalami trauma atau kecemasan yang berkepanjangan,” ujar Dr. Arifin, seorang ahli geologi dari Universitas Negeri Malang.
Kesimpulan
Pendaki tersesat di “Pasar Setan Gunung Kelud” pada 20 Februari 2025 menjadi peringatan bagi semua pendaki dan masyarakat sekitar. Meskipun mitos dan cerita-cerita misterius masih melekat di kawasan ini, penting bagi kita untuk tetap waspada dan menghargai kekuatan alam. Selain itu, perlu adanya peningkatan kesadaran dan edukasi tentang keselamatan pendakian, terutama di daerah yang memiliki potensi bahaya.







