KediriNews.com – Peristiwa misterius terjadi di Kecamatan Plemahan, Jawa Timur, pada hari Senin, 8 Desember 2025. Sebuah makam baru yang belum lama dimakamkan diketahui dibongkar oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian ini menimbulkan kekacauan dan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Menurut informasi yang diperoleh, pembongkaran makam dilakukan dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan menggali bagian kepala jenazah.
“Benar terjadi dugaan pembongkaran makam. Jenazah almarhum Wagiyo masih utuh dan papan penutup liang lahat tetap tersusun rapi,” kata Kapolsek Tugumulyo, AKP Rusdan, S.H., seperti dilansir dari Infosumsel.ID. Meski jenazah dalam kondisi baik, tindakan tersebut menunjukkan adanya niat yang tidak jelas dari pelaku.
Penyelidikan Dilakukan oleh Petugas
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Polsek Tugumulyo segera melakukan penyelidikan. Personel polisi langsung mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi makam dan mencari bukti-bukti yang relevan. Mereka juga meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi.
Menurut hasil pemeriksaan, galian yang terjadi berada di bagian kepala makam dengan kedalaman sekitar 50 cm. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada jenazah atau papan penutup liang lahat. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku mungkin hanya ingin mengambil sesuatu dari dalam makam tanpa merusak jenazah.
Dugaan Terkait Tali Pocong
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwajib, banyak warga menghubungkan peristiwa ini dengan mitos tali pocong. Mitos ini menyebutkan bahwa para pencuri akan menggunakan tali pocong untuk mengambil benda-benda bernilai dari makam-makam yang belum lama dimakamkan. Beberapa warga khawatir bahwa tindakan ini bisa membawa malapetaka bagi keluarga korban.
“Pembongkaran makam ini sangat mengerikan. Kami khawatir hal ini akan membawa sial bagi keluarga almarhum,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Tindakan Pencegahan dan Perbaikan
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak kepolisian meningkatkan patroli di area pemakaman. Selain itu, warga setempat juga melakukan perbaikan gundukan tanah makam bersama-sama. Proses ini dilakukan dengan harapan agar makam kembali dalam kondisi normal dan tidak mudah menjadi target pencuri.
Kepala Desa Mataram, Hendi Muktar, menjelaskan bahwa dugaan pembongkaran makam pertama kali ditemukan oleh dua warga, Danang dan Bima, saat berziarah pada pagi hari. “Mereka melihat tanah makam berserakan dan menemukan adanya galian di bagian kepala makam almarhum Wagiyo,” katanya.
Peran Masyarakat dalam Penyelidikan
Selain petugas kepolisian, masyarakat juga turut serta dalam proses penyelidikan. Anak kandung almarhum Wagiyo, Nabila, menerima informasi dari warga dan kemudian melakukan pengecekan bersama Kepala Desa. Ia mengungkapkan bahwa kejadian ini sangat mengejutkan dan membuatnya merasa khawatir.
“Kami tidak tahu apa yang dilakukan oleh pelaku. Yang jelas, kami hanya ingin makam ayah kami kembali dalam keadaan utuh,” tambah Nabila.

Langkah-Langkah yang Diambil
Sebagai langkah antisipatif, pihak kepolisian dan warga setempat sepakat untuk meningkatkan pengawasan di area pemakaman. Selain itu, mereka juga berharap dapat menemukan pelaku pembongkaran makam agar kasus ini bisa segera terselesaikan.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Dengan kesadaran dan kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.





