KediriNews.com – Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Pasar Papar, Kecamatan Papar, Jawa Timur, pada tanggal 10 Desember 2025. Informasi awal menyebutkan bahwa pasar tersebut mengalami kebakaran besar, sehingga membuat para pedagang dan pengunjung panik dan berlarian untuk menyelamatkan diri. Namun, setelah dicek lebih lanjut, ternyata kejadian tersebut hanya sebatas simulasi penanganan kebakaran oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri.
Simulasi ini dilakukan oleh Bidang Damkar melalui kerja sama dengan Himpunan Pedagang Pasar (HPP), TNI-Polri, BPBD, serta petugas lainnya. Tujuan utama dari simulasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran, khususnya menjelang musim kemarau yang rawan terjadi.
“Kami memberikan edukasi kepada warga Pasar Papar agar tidak panik dan mengetahui penanganan jika suatu saat terjadi musibah kebakaran,” ujar Feri Rochwandi, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Kediri.
Simulasi Kebakaran yang Membuat Pedagang Panik
Simulasi dimulai dengan adegan kebakaran di sebuah kios di bagian tengah pasar. Api cepat menyebar, membuat para pedagang dan pengunjung langsung panik. Banyak dari mereka berlari keluar pasar sambil berteriak meminta bantuan. Beberapa pedagang mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia, sementara yang lain menghubungi pihak damkar.
“Kami memilih Pasar Papar sebagai lokasi simulasi karena merupakan tempat berkumpulnya banyak masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung,” tambah Feri. “Dengan simulasi ini, kami harap masyarakat bisa lebih siap dalam menghadapi kebakaran.”
Selain itu, simulasi juga mencakup proses pemadaman api dengan karung goni basah dan penggunaan APAR. Tim Damkar yang dibantu oleh BPBD tiba dalam waktu singkat dan berhasil memadamkan api sebelum merambat ke area lain.
Mengapa Simulasi Ini Penting?
Menurut Feri, simulasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko kebakaran, terutama di lingkungan pasar yang padat penduduk. Selain itu, simulasi juga bertujuan untuk melatih respons cepat petugas dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berupaya mencegah terjadinya kebakaran menjelang musim kemarau,” katanya. “Tetap waspada dan segera laporkan kepada kami jika ada kebakaran.”
Feri juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, seperti TNI, Polri, BPBD, HPP, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Papar. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
Pengalaman Pedagang Saat Simulasi
Beberapa pedagang yang ikut dalam simulasi mengaku sempat kaget dan panik saat melihat api muncul. Salah satu pedagang, Siti Aminah, mengatakan bahwa ia tidak menyangka simulasi akan terasa begitu nyata.
“Awalnya saya pikir itu benar-benar kebakaran. Tapi setelah diberitahu bahwa ini hanya simulasi, saya merasa lega dan bersyukur bisa belajar cara menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa pengunjung juga mengaku terkejut dan sempat berlari keluar pasar. Namun, mereka mengapresiasi adanya simulasi ini karena memberikan edukasi yang bermanfaat.
Kesimpulan dan Harapan
Simulasi penanganan kebakaran di Pasar Papar, Kecamatan Papar, pada 10 Desember 2025, meski awalnya menimbulkan kepanikan, akhirnya berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan adanya simulasi seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran dapat meningkat.
Selain itu, simulasi ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi darurat dan dapat bertindak cepat jika terjadi kejadian nyata.
Hashtag Terkait:





