Pasar otomotif melemah, penjualan mobil Grup Astra turun 62.000-an unit di 2025

Ringkasan Berita:  

  • Penjualan kendaraan roda empat di bawah grup Astra International secara wholesales (dari pabrikan ke diler) turun karena lemahnya permintaan pasar otomotif nasional di 2025.
  • Tren penurunan penjualan juga terjadi di merek otomotif di luar grup Astra seperti Honda, Mitsubishi, Suzuki.
  • Dua merek yang penjualannya naik di Januari-Desember 2025 adalah Chery dan BYD yang memasukkan sub-brand baru ke market Indonesia, Denza.

 

, JAKARTA – Penjualan kendaraan roda empat di bawah grup Astra International secara wholesales (dari pabrikan ke diler) turun cukup signifikan di sepanjang 2025 seiring dengan melemahnya permintaan di pasar dalam negeri di tahun tersebut.

Tak hanya grup Astra, tren penurunan penjualan juga terjadi di hampir semua merek roda empat Tanah Air, kecuali BYD yang mencatat lonjakan penjualan karena mulai dipasarkannya merek barunya, Denza. Begitu juga dengan Chery.

Berdasar publikasi data Astra International mengutip data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama Januari-Desember 2024, Astra mampu menjual 482.964 unit. Sementara di Januari-Desember 2025 grup Astra hanya mampu menjual 409.379 unit kendaraan.

Jika dirinci, tren penurunan penjualan terjadi di semua merek mobil baik penumpang maupun kendaraan niaga yang dipasarkan Astra.

Penjualan Toyota dan Lexus di 2024 mencapai 291.566 unit. Sementara di 2025, dua merek ini hanya mampu menjual 251.954 unit.

Meski demikian, Toyota dan Lexus masih menjadi kontributor penjualan terbesar di grup Astra.

Penurunan penjualan juga terjadi di Daihatsu menjadi hanya 130.677 unit di Januari-Desember 2025.

Sementara di periode yang sama di 2024, Daihatsu masih menjual 163.302 unit atau terjadi penurunan penjualan hampir 33.000 unit.

Dua merek kendaraan niaga yang didistribusikan grup Astra yakni Isuzu dan UD Trucks mengalami penurunan penjualan di 2025.

Selama Januari-Desember 2025 Isuzu menjual 25.121 unit. Sementara di Januari-Desember 2024 masih bisa menjual 26.379 unit.

Sementara, UD Trucks di Januari-Desember 2025 hanya terjual 1.627 unit. Sementara di 2024 UD Trucks menjual 1.960 unit kendaraan.

Peugeot yang kontribusi penjualannya di posisi paling buncit di grup Astra selama 2024 dengan volume  27 unit, di 2025 sudah tidak ditampilkan lagi.

Hal menariknya, penjualan kendaraan roda empat Astra di Desember 2025 naik dibanding bulan sebelumnya sejalan dengan tren kenaikan penjualan wholesales nasional di bulan tersebut.

Penjualan nasional di Desember 2025 mencapai 94.102 unit naik 27 persen dari bulan sebelumnya di November 2025. Sementara penjualan Astra di Desember 2025 mencapai 40.952 unit naik 14 persen dari bulan sebelumnya.

Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan, total pangsa pasar mobil Astra di pasar otomotif nasional sepanjang tahun 2025 mencapai 51 persen. Sementara, market share Astra di segmen LCGC nasional tahun 2026 mencapai

“Di tengah dinamika industri otomotif nasional, Astra senantiasa berupaya menjaga kinerja dengan menghadirkan beragam pilihan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

“Sebagai bagian dari industri, Astra akan terus berkomitmen untuk berkontribusi secara konsisten dalam mendukung pertumbuhan pasar otomotif nasional,” ujar Windy Riswantyo dikutip Kamis, 15 Januari 2026.

Penjualan Merek Non-Astra

Data Gaikindo, penjualan merek roda empat non-Astra turun sepanjang Januari-Desember 2025 dibanding periode sama di 2024.

Penjualan Mitsubishi turun dari 99.577 unit di 2024 menjadi 97.016 unit di 2025. Penjualan Honda turun sangat tajam dari 94.742 di 2024 menjadi 56.500 unit di 2025.

Penjualan Suzuki turun tipis dari 66,809 unit di 2024 menjadi 66.345 unit di 2025. Kemudian penjualan Hyundai dari 22.361 unit di 2024 menjadi 19.007 di 2025. Lalu Wuling dari 21.923 di 2024 menjadi 18,605 unit.

Penjualan Chery naik dari 15,429 2024 menjadi 19.391 unit di 2025 dan penjualan BYD naik dari 15.429 unit di 2024 menjadi 54.185 unit. 

Secara total penjualan wholesales kendaraan roda empat di 2025 hanya mencatatkan sebanyak 803.691 unit turun dari volume penjualan wholesales di 2024 sebanyak 865.362 unit.

Untuk volume penjualan ritel, Gaikindo mencatat penjualan mobil baru selama Januari hingga November 2025 hanya mencapai 739.977 unit, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 807.586 unit.

Pasar menunjukkan penurunan penjualan ritel yang signifikan, mencapai 67.609 unit atau setara turun 8,4 persen. Gaikindo belum mempublikasikan data penjualan ritel di Desember 2025. (tribunnews/fin)

Pos terkait