Paperplane Project Semarang, cafe kopi kekinian di pagi hari

, SEMARANG — Aktivitas menikmati kopi tidak lagi identik dengan sore atau malam hari. Kebiasaan menyeruput kopi di pagi hari mulai menjadi pilihan sebagian orang untuk memulai aktivitas. Di Kota Semarang, tren tersebut terlihat dari sejumlah kedai kopi yang mulai disinggahi pengunjung sejak pagi hari, salah satunya cafe Paperplane Project Semarang.

Kedai kopi yang berlokasi di kawasan Gajah Mungkur ini memiliki jam operasional yang dibuka mulai pukul 09:00 hingga 23:00 WIB. Pada pagi hari, sekitar pukul 10:00 WIB, suasana cafe ini masih relatif lengang.

Dari luar, tampilan cafe tampak terlihat sederhana seperti layaknya rumah tinggal yang diadaptasi menjadi ruang komersial, dengan material kayu yang mendominasi bangunan. Bukaan kaca yang lebar di bagian depan memungkinkan cahaya matahari pagi masuk ke dalam ruangan cafe.

Memasuki area dalam cafe, pengunjung langsung berhadapan dengan meja bar yang menjadi pusat aktivitas. Sejumlah barista terlihat menyiapkan pesanan di balik meja kayu, dengan deretan roti yang tersusun rapi di dalam etalase kaca. Rak dinding di bagian belakang meja bar menampilkan botol-botol sirup yang tertata rapi, dengan mesin kopi dan perlengkapan seduh berada di area bar.

Interior di dalam cafe yang memadukan elemen kayu, warna tembok bernuansa netral, pencahayaan lampu berwarna hangat, dan sentuhan interior hijau mampu menghadirkan suasana yang hangat dan nyaman. Pada jam-jam pagi, aktivitas di dalam cafe berlangsung dengan tempo yang tenang dan tidak terlalu tergesa-gesa.

Menjelang pukul 11:00 WIB, aktivitas cafe mulai semakin ramai dengan pengunjung yang mulai datang silih berganti. Sebagian besar pengunjung datang seorang diri ataupun berdua, dengan pengunjung mahasiswa yang cukup mendominasi. Area dalam ruangan tampak lebih banyak dipilih dengan pengunjung duduk sambil menikmati minuman, berbincang ringan, hingga membuka gawai untuk bekerja.

Suasana cafe makin terlihat hidup seiring terdengarnya percakapan antar pengunjung. Interior ditata sederhana dengan jarak antar meja yang tidak terlalu rapat. Alunan musik yang diputar dengan volume sedang juga turut menciptakan atmosfer yang mendukung aktivitas santai maupun pekerjaan ringan.

Fauzan, seorang penikmat kopi, mengatakan bahwa kebiasaan meminum kopi di pagi hari dapat membantunya untuk bisa fokus sebelum memulai aktivitas. Menurut Fauzan, kopi menjadi bagian dari rutinitas kegiatan harian.

“Minum kopi di pagi hari bisa membantu saya membangun fokus untuk bisa mengatur aktivitas yang akan saya lakukan pada hari itu,” jelas Fauzan, Minggu (3/1/2025).

Lebih lanjut, Fauzan menambahkan bahwa waktu meminum kopi di pagi hari kerap dimanfaatkannya untuk menyelesaikan pekerjaan. Fauzan mengaku biasanya menikmati kopi sambil bekerja dan mengecek kembali tugas-tugas yang belum rampung. “Biasanha saya minum kopi sambil bekerja dan mengecek pekerjaan yang belum diselesaikan,” katanya.

Selain faktor aktivitas, cita rasa juga menjadi alasan utama Fauzan memilih untuk meminum kopi dibanding minuman yang lain. Perpaduan rasa pahit dan creamy menjadi daya tarik tersendiri. Fauzan menyebut bahwa kopi susu menjadi kopi favorit yang selalu dipesan saat meminum kopi di Cafe.

“Saya lebih suka pesan kopi susu karena tiap cafe juga punya cita rasa yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Untuk pilihan kopi, Paperplane Project menyediakan sejumlah jenis kopi seperti espresso, americano, cappucino, kopi susu, kopi susu gula aren, hingga cafe latte. Tersedia pula minuman non kopi seperti ice tea, shakes, dan mocktail. Untuk makanan, cafe ini juga hadir berbagai jenis makanan mulai dari makanan ringan seperti mendoan, tahu bakso, kentang goreng, dan siomay.

Sementara itu, untuk makanan berat mulai dari roti panggang, croissant, mie ayam asin dan manis, nasi ayam kedewatan, nasi ayam crispy, claypot smoor sapi, dan lain-lain. Dari sisi harga, menu makanan dan minuman di cafe ini terbilang ramah di kantong, dengan berkisar di harga Rp10.000 hingga 35.000 per porsi. (Fadya Jasmin Malihah)

 

Interior Paperplane Project, cafe yang memadukan elemen kayu, warna tembok bernuansa netral, pencahayaan lampu berwarna hangat, dan sentuhan interior hijau mampu menghadirkan suasana yang hangat dan nyaman/Bisnis-Fadya Jasmin Malihah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *