KediriNews.com – Pada 15 September 2025, kecamatan Gurah menjadi pusat perhatian dalam rangka memperingati pentingnya pengetahuan pertolongan pertama. Acara yang diadakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi situasi darurat. Dalam latihan tersebut, peserta diberikan pelatihan dasar tentang cara menangani cedera, pendarahan, dan kondisi medis lainnya.
“Pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat penting, terutama bagi para remaja yang akan menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar salah satu pembina PMR di Kecamatan Gurah. “Dengan latihan ini, mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga membangun jiwa kemanusiaan yang kuat.”
Berikut adalah beberapa hal penting yang dipelajari selama latihan:
-
Pengertian Pertolongan Pertama
Pertolongan pertama adalah tindakan segera yang diberikan kepada seseorang yang mengalami cedera atau penyakit mendadak sebelum mendapat perawatan medis lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kondisi memburuk, dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada korban. -
Tujuan Utama Pertolongan Pertama
- Menyelamatkan nyawa korban.
- Mencegah kondisi memburuk.
- Memberikan rasa nyaman dan dukungan psikologis.
-
Memfasilitasi proses pemulihan.
-
Fase Pra Rumah Sakit
Fase ini mencakup tindakan yang dilakukan di tempat kejadian hingga korban sampai ke fasilitas kesehatan. Tindakan ini melibatkan pengangkutan korban dengan cara yang aman dan cepat, serta pemberian pertolongan sederhana seperti pemberian oksigen, penanganan luka, atau pemeriksaan vital.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat komunitas PMR di daerah. Peserta dari berbagai sekolah di Kecamatan Gurah berkumpul untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Banyak dari mereka mengaku bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana cara menangani luka yang cukup serius. Tapi setelah ikut pelatihan ini, saya merasa lebih siap,” kata salah satu peserta, Rizky.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan PMI kabupaten dan para pembina PMR. Mereka menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun generasi muda yang tanggap dan peduli terhadap isu kemanusiaan. Selain itu, mereka juga menyampaikan harapan agar PMR bisa terus berkembang dan menjalin kerja sama dengan instansi lain.
Menurut Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, PMR tidak hanya sebagai organisasi kemanusiaan, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter bangsa. “Jika semua siswa di sekolah memiliki pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama, maka kita akan memiliki masyarakat yang lebih siap menghadapi segala jenis kejadian darurat,” ujarnya.
Latihan Pertolongan Pertama di Kecamatan Gurah pada 15 September 2025 bukan hanya sekadar aktivitas rutin, tetapi sebuah langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan adanya PMR, generasi muda tidak hanya belajar tentang keterampilan medis, tetapi juga memahami arti pentingnya kepedulian dan solidaritas.





