KediriNews.com – Pada 10 November 2025, masyarakat Kecamatan Purwoasri akan merayakan keunikan lokal dengan memperkenalkan nasi pulen wangi pandan yang berasal dari varietas padi IR 64. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk mempromosikan produk pertanian setempat, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi dan kearifan lokal yang terus berkembang.
Nasi pulen wangi pandan adalah olahan khas yang terbuat dari beras IR 64 yang telah diproses secara khusus. Prosesnya melibatkan penggunaan daun pandan segar yang memberikan aroma khas dan rasa lembut. “Nasi ini memiliki tekstur yang lembut dan harum, cocok untuk berbagai jenis masakan,” ujar salah satu petani setempat, Siti Aminah.
-
Sejarah dan Keunggulan Padi IR 64
IR 64 merupakan varietas padi unggul yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian Indonesia. Dikenal dengan hasil panen yang stabil dan ketahanan terhadap hama, IR 64 menjadi pilihan utama bagi petani di berbagai daerah. Di Kecamatan Purwoasri, padi IR 64 telah menjadi komoditas utama sejak beberapa tahun lalu. -
Proses Pembuatan Nasi Pulen Wangi Pandan
Proses pembuatan nasi pulen wangi pandan dimulai dengan memilih beras IR 64 yang berkualitas. Setelah itu, beras dicuci dan direndam selama beberapa jam. Selanjutnya, daun pandan segar ditambahkan dalam proses pemasakan untuk memberikan aroma dan rasa khas. Nasi yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut dan sangat menarik. -
Dampak Ekonomi dan Budaya
Pengembangan nasi pulen wangi pandan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi petani, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata kuliner di wilayah tersebut. Banyak pengunjung yang datang untuk mencoba dan membeli nasi ini sebagai oleh-oleh. “Ini bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” kata Ketua Kelompok Tani Purwoasri, Budi Santoso. -
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kediri telah mendukung inisiatif ini melalui berbagai program pelatihan dan pemasaran. Dengan adanya acara perayaan pada 10 November 2025, diharapkan masyarakat lebih mengenal dan menghargai produk lokal. “Kami ingin mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan melalui produk-produk unggulan daerah,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Andi Prasetyo. -
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski ada tantangan seperti harga benih yang relatif mahal dan persaingan dengan varietas lain, para petani tetap optimis. Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk lokal, peluang untuk mengembangkan nasi pulen wangi pandan semakin terbuka. “Kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya kita,” tambah Siti Aminah.


Hasil penelitian lapangan Fakultas Pertanian UGM menunjukkan bahwa varietas padi IR 64 memiliki produktivitas yang cukup tinggi dan efisien dalam penggunaan air. Hal ini membuat IR 64 menjadi pilihan ideal untuk pengembangan produk lokal seperti nasi pulen wangi pandan.
Dengan adanya acara pada 10 November 2025, masyarakat Kecamatan Purwoasri tidak hanya merayakan keberagaman budaya, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga dan mengembangkan potensi lokal. Semoga acara ini dapat menjadi awal dari pengembangan yang lebih luas dan berkelanjutan.




