KediriNews.com – Di tengah perhatian masyarakat terhadap isu-isu sosial, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan warga lanjut usia, sebuah cerita mengharukan hadir dari Kecamatan Kras. Pada 10 Juni 2025, seorang nenek sebatang kara yang tinggal dalam kondisi rumah tidak layak huni akhirnya mendapatkan rumah baru berkat bantuan dari pihak TNI dan masyarakat setempat.
“Rumah ini sangat penting bagi saya. Saya sudah lama menunggu saat seperti ini,” ujar Nenek Siti (78), salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Kras. Ia tinggal sendirian dalam rumah sederhana yang dindingnya rusak, atapnya bocor, serta lantainya berlubang. “Saya merasa aman sekarang karena bisa tinggal di tempat yang layak.”
- Perjuangan Nenek Siti untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Nenek Siti adalah salah satu dari sekian banyak warga yang hidup dalam ketidakpastian akibat kondisi rumah yang tidak layak. Ia tinggal sendirian sejak suaminya meninggal beberapa tahun lalu, sedangkan putra-putrinya telah pergi ke kota besar untuk mencari pekerjaan. Meski begitu, ia tetap berusaha bertahan dengan semangat yang kuat.
“Saya tidak pernah berharap ada bantuan. Saya hanya ingin bisa tinggal di tempat yang nyaman,” tambahnya.
Bantuan tersebut datang dari Kodim 0813 Bojonegoro, yang bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga setempat. Proses rehab rumah dilakukan secara gotong-royong, termasuk pengangkutan material dan pengerjaan struktur bangunan.
- Pembangunan Rumah Baru: Proses Gotong-Royong yang Menyentuh Hati
Pembangunan rumah baru untuk Nenek Siti dimulai sejak awal bulan Mei 2025. Tim dari Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga setempat bekerja sama untuk membangun rumah yang lebih kokoh dan nyaman.
“Kami melihat bahwa nenek ini membutuhkan bantuan. Kami ingin memberikan sesuatu yang bisa membantu dia hidup lebih baik,” kata Letkol Inf Bambang Hariyanto, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro.
Selain itu, pemerintah desa juga turut berpartisipasi dalam proses pembangunan. Mereka menyediakan bahan-bahan dasar dan memastikan bahwa seluruh proses berjalan lancar.
- Dampak Positif dari Program Rehab Rumah
Setelah tiga bulan kerja keras, rumah baru Nenek Siti resmi selesai dibangun pada 10 Juni 2025. Rumah tersebut memiliki luas 6×8 meter dengan dinding bata, atap genteng, dan lantai keramik.
“Saya sangat senang. Ini adalah rumah pertama saya yang benar-benar layak,” ujarnya dengan air mata mengalir.
Selain itu, program ini juga menjadi contoh bagaimana masyarakat dan pihak berwenang dapat bekerja sama untuk menjawab tantangan sosial. Dengan adanya bantuan ini, Nenek Siti kini memiliki harapan baru dalam hidupnya.
- Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Nenek Siti kini tinggal di rumah yang lebih nyaman dan aman. Ia berharap bisa tetap hidup mandiri dan tidak lagi bergantung pada orang lain.
“Saya akan terus berusaha hidup mandiri. Terima kasih kepada semua yang telah membantu saya,” katanya.
Program rehab rumah seperti ini juga menjadi langkah penting dalam upaya pemerintah dan TNI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama yang tinggal di lingkungan miskin atau tidak layak.
- Komitmen untuk Menciptakan Masyarakat yang Lebih Tangguh
Dandim 0813 Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam menjaga kemanunggalan dengan rakyat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI tidak hanya bertugas dalam bidang militer, tapi juga dalam membantu masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dan mandiri.
#BedahRumah #KecamatanKras #NenekSebatangKara #KodimBojonegoro #RumahLayakHuni





