Nenek Pingsan Terinjak-injak Saat Rebutan BLT di Balai Desa Kecamatan Kandat Tanggal 5 Desember 2025

KediriNews.com – Peristiwa tidak terduga terjadi saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Balai Desa Kecamatan Kandat, Jawa Timur, pada tanggal 5 Desember 2025. Seorang nenek bernama Siti Aminah (67 tahun) mengalami pingsan dan terinjak-injak oleh para warga yang berebut bantuan tunai tersebut. Kejadian ini memicu kekacauan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap proses distribusi BLT yang seharusnya berjalan tertib.

“Kami melihat kondisi sangat kacau. Banyak orang berdesak-desakan, bahkan ada yang jatuh dan luka. Nenek itu sempat terinjak beberapa kali sebelum akhirnya pingsan,” ujar salah satu saksi mata yang enggan disebut namanya kepada DetikJatim.

Proses Penyaluran BLT yang Berjalan Tidak Lancar

Antrean panjang warga saat penyaluran BLT di balai desa

Pada hari tersebut, pemerintah desa setempat menyediakan dana sebesar Rp300.000 untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, jumlah penerima yang lebih besar dari perkiraan membuat antrean menjadi sangat panjang. Masyarakat yang datang terdiri dari berbagai usia, termasuk lansia dan anak-anak, yang tidak bisa menahan rasa ingin segera mendapatkan bantuan.

Menurut informasi yang diperoleh, total KPM yang menerima BLT di Kecamatan Kandat mencapai 150 orang. Namun, karena kurangnya pengaturan, antrean justru menjadi acak dan memicu keributan. “Kami tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Kami sudah mempersiapkan sistem antrean, tapi banyak warga yang tidak mengikuti aturan,” kata Kepala Desa Kandat, Budi Santoso.

Kondisi Nenek yang Terinjak-Injak

Nenek terinjak-injak saat antre BLT di balai desa

Siti Aminah, yang merupakan salah satu penerima BLT, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah terinjak oleh beberapa orang. Petugas medis yang tiba di lokasi langsung membawanya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Menurut laporan dokter, nenek tersebut mengalami luka ringan dan sedikit pendarahan akibat benturan.

“Saya hanya ingin cepat dapat bantuan, tapi malah terjatuh dan terinjak. Saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini,” ujar Siti Aminah setelah pulih sedikit.

Tanggung Jawab Pemerintah Desa

Setelah kejadian tersebut, pemerintah desa langsung melakukan evaluasi terhadap proses penyaluran BLT. Budi Santoso mengakui bahwa mereka belum mempersiapkan sistem pengamanan yang memadai. “Kami akan memperbaiki prosedur agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga akan mengundang petugas kepolisian untuk membantu pengamanan di masa depan,” katanya.

Selain itu, pihak desa juga berencana untuk meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya menjaga ketertiban selama penyaluran bantuan. “Kami berharap masyarakat lebih memahami bahwa keselamatan dan kenyamanan bersama adalah prioritas utama,” tambahnya.

Dampak terhadap Kepuasan Warga

Meski ada kejadian tak terduga, sebagian besar warga tetap merasa puas dengan adanya BLT. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok. “Meski ada kekacauan, saya tetap senang bisa menerima BLT. Semoga ke depannya lebih baik,” ujar Rina, salah satu penerima.

Namun, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah desa untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dan pengaturan selama penyaluran bantuan. Dengan langkah-langkah yang tepat, harapan besar bisa tercapai agar semua penerima BLT merasa nyaman dan aman.

BLT #Kandat #NenekPingsan #RebutanBLT #BantuanLangsungTunai

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *