MONYET LIAR Turun Gunung, Rusak Kebun Jagung Warga Kecamatan Mojo pada 3 Desember 2025: Petani Resah!

KediriNews.com – Pada 3 Desember 2025, warga Kecamatan Mojo di Kabupaten Kediri mengalami kejadian yang sangat mengganggu. Sejumlah monyet liar turun dari kawasan hutan dan menyerang kebun jagung milik para petani. Peristiwa ini membuat warga resah dan khawatir akan dampak jangka panjang terhadap hasil pertanian mereka.

“Kami tidak menyangka monyet bisa sampai ke sini. Mereka makan tanaman kami dengan cara yang sangat brutal,” ujar salah satu petani setempat, Suryadi (45), saat ditemui di lokasi kejadian. “Ini bukan pertama kalinya, tapi sejak beberapa bulan lalu intensitas serangan semakin meningkat.”

Pihak berwenang seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengetahui adanya permasalahan ini. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret yang dilakukan untuk menangani ancaman tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, penyebab utama monyet masuk ke area pemukiman adalah karena habitat alami mereka mulai rusak akibat ekspansi pertanian dan perubahan iklim.

  1. Penyebab Monyet Turun ke Wilayah Permukiman
  2. Kerusakan ekosistem hutan menjadi faktor utama.
  3. Penggundulan hutan untuk keperluan pertanian dan perumahan.
  4. Perubahan pola cuaca yang memengaruhi ketersediaan pakan alami.

  5. Dampak Serangan Monyet terhadap Petani

  6. Kerugian finansial besar akibat tanaman rusak.
  7. Ketakutan warga untuk melakukan aktivitas pertanian.
  8. Tidak semua petani memiliki sumber daya untuk melindungi lahan mereka.

  9. Upaya yang Dilakukan oleh Pihak Terkait

  10. BKSDA sedang melakukan identifikasi lokasi dan jumlah monyet.
  11. BPBD memasang perangkap dan melakukan penyisiran di daerah rawan.
  12. Masyarakat diminta untuk tidak memberi makan atau memprovokasi monyet.

Berdasarkan data dari BKSDA DIY sebelumnya, serangan monyet ke wilayah permukiman bukanlah hal baru. Di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo, monyet ekor panjang sering kali berpindah ke areal pertanian akibat perubahan lingkungan. Hal ini juga terjadi di wilayah Lebak, Banten, di mana populasi monyet meningkat karena habitat alami mereka rusak akibat pertambangan.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara manusia dan satwa liar. Jangan sampai kita mengambil tindakan yang justru merugikan ekosistem,” kata Junita Parjanti, Kepala BKSDA DIY, dalam wawancara sebelumnya.

Monyet liar berkeliaran di dekat permukiman warga Kecamatan Mojo

Petani di Kecamatan Mojo kini memohon kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah efektif. Mereka meminta bantuan dalam bentuk pengamanan lahan, pelatihan pencegahan, serta pendanaan untuk pembuatan pagar atau sistem peringatan dini. Selain itu, warga juga menginginkan edukasi tentang cara menghadapi monyet secara aman dan efektif.

“Kami hanya ingin bisa bertani dengan tenang. Tidak perlu terus-menerus takut pada monyet,” tambah Suryadi. “Jika tidak segera ditangani, ini akan jadi masalah besar.”

Hashtag: #MonyetLiar #RusakKebunJagung #KecamatanMojo #PetaniResah #BKSDA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *