KediriNews.com – Pada tanggal 15 September 2025, harga tanaman Monstera Janda Bolong mengalami penurunan di Kecamatan Kandat, Kabupaten Nganjuk. Fenomena ini menarik perhatian para penggemar tanaman hias, khususnya yang memburu varietas langka dan bernilai tinggi. Meski harga turun, Minat terhadap tanaman ini tetap tinggi, terutama karena keunikan bentuk daunnya yang berlubang.
Monstera Janda Bolong, atau dikenal dengan nama ilmiah Monstera adansonii, memiliki ciri khas daun berlubang oval yang tidak beraturan. Tanaman ini sering disebut sebagai “tanaman keju Swiss” karena tekstur daunnya yang mirip dengan irisan keju. Menurut laporan dari Kompas.com, sebelumnya tanaman ini pernah terjual dengan harga mencapai Rp100 juta, terutama untuk varietas variegata yang memiliki corak bercak putih dan hijau. Namun, kini harga mulai stabil dan lebih terjangkau bagi para kolektor pemula.
Tren Penurunan Harga
Menurut sumber lokal di Kecamatan Kandat, penurunan harga Monstera Janda Bolong terjadi karena pasokan yang meningkat. “Beberapa petani di sini mulai menanam varietas ini secara massal, sehingga permintaan pasar tidak lagi sangat tinggi,” kata Suryo, seorang pedagang tanaman hias di Pasar Tradisional Kandat. Ia menambahkan bahwa harga rata-rata untuk satu tanaman Janda Bolong berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1,5 juta, tergantung ukuran dan kondisi tanaman.
Perkembangan Pasar Tanaman Hias
Seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi dan minat masyarakat terhadap tanaman hias, banyak kalangan yang mulai memperhatikan investasi dalam bentuk tanaman. Menurut artikel di Google News, Monstera masih menjadi primadona di kalangan pecinta tanaman hias. Jenis-jenis seperti Monstera Deliciosa, Thai Constellation, dan Albo Variegata juga tetap diminati, meskipun harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Namun, untuk Monstera Janda Bolong, penurunan harga ini memberikan peluang bagi para penggemar yang ingin memulai koleksi tanaman tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. “Saya membeli dua tanaman Janda Bolong dengan harga Rp800.000, cukup murah dibandingkan beberapa tahun lalu,” ujar Rina, salah satu penggemar tanaman hias di Kandat.
Tips Merawat Monstera Janda Bolong
Meski harganya turun, perawatan tanaman ini tetap memerlukan perhatian khusus. Berikut beberapa tips yang direkomendasikan oleh pakar tanaman hias:
- Cahaya: Monstera Janda Bolong membutuhkan cahaya tidak langsung, seperti di bawah naungan pohon atau dekat jendela.
- Air: Siram tanaman setiap 7-10 hari, tergantung kondisi lingkungan. Jangan biarkan tanah terlalu basah.
- Pupuk: Gunakan pupuk cair yang kaya akan nitrogen setiap 2-3 bulan untuk mendukung pertumbuhan daun.
- Pemangkasan: Potong daun yang mati atau rusak agar tanaman tetap sehat dan tampil menarik.
Kesimpulan
Penurunan harga Monstera Janda Bolong di Kecamatan Kandat pada 15 September 2025 menunjukkan pergeseran tren pasar tanaman hias. Meski harga turun, minat terhadap tanaman ini tetap tinggi karena keunikan dan estetika yang dimilikinya. Bagi para penggemar tanaman hias, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai koleksi tanaman langka ini.




