KediriNews.com – Pada 5 Januari 2025, warga di Kecamatan Semen, Jawa Timur, kaget dengan terdengarnya suara dentuman misterius yang mengguncang lingkungan sekitar. Suara tersebut terdengar hingga radius 10 kilometer dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Beberapa ahli geologi dan pihak berwenang sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari fenomena ini.
Pengalaman Warga yang Mengaku Mendengar Suara Dentuman
Warga setempat mengungkapkan bahwa suara itu terdengar seperti tumbukan dari dalam bumi, disertai getaran yang terasa di permukaan tanah. “Bunyi seperti batu yang bertabrakan, tapi sangat keras dan terus-menerus,” ujar salah satu warga, Siti Aminah. Menurutnya, suara tersebut terdengar sejak pagi hari dan terus berlangsung selama beberapa jam.
Selain itu, beberapa warga lain menyebutkan bahwa mereka merasakan gempa kecil meski tidak terlalu kuat. “Suara itu seperti ada sesuatu yang memecah di bawah tanah,” tambah Budi, seorang petani setempat.
Penyebab Potensial: Fenomena Palu Air atau Gempa Swarm
Menurut penjelasan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), suara dentuman semacam ini bisa disebabkan oleh fenomena palu air atau water hammer. Proses ini terjadi ketika aliran air mendadak mengalami peningkatan tekanan, sehingga menghasilkan gelombang tekanan yang mengguncang saluran air atau struktur bawah tanah.
“Water hammer biasanya terjadi akibat perubahan mendadak dalam aliran air, seperti penutupan katup secara cepat atau adanya gempa kecil yang memicu gerakan tanah,” jelas Hermansyah, pelaksana harian kepala Badan Geologi.
Namun, dalam kasus ini, kemungkinan besar suara dentuman disebabkan oleh gempa swarm, yaitu serangkaian gempa kecil yang terjadi dalam waktu singkat. Gempa jenis ini umumnya tidak memiliki gempa utama yang jelas, tetapi bisa memicu ketidakstabilan pada struktur bawah tanah.
Peran Lapisan Batuan dan Retakan di Bawah Tanah
Badan Geologi juga menjelaskan bahwa sifat batuan di wilayah Kecamatan Semen cukup baik, dengan banyaknya retakan dan bidang perlapisan. Ketika air mengalir melalui retakan tersebut dan terjadi peningkatan tekanan, maka akan terjadi proses water hammer yang menghasilkan suara dentuman.
“Tidak semua retakan terisi air, namun jika ada air yang terperangkap dan mengalami tekanan tinggi, maka akan terjadi suara seperti tumbukan,” lanjut Hermansyah.
Investigasi Lapangan dan Penelitian Lanjutan
Setelah laporan warga diterima, tim Badan Geologi langsung melakukan tinjauan lapangan untuk mengkaji lebih lanjut. Mereka memeriksa kondisi tanah, aliran air, serta kemungkinan aktivitas gempa bumi di sekitar lokasi.
Sementara itu, BMKG juga sedang memantau data seismograf untuk memastikan apakah ada aktivitas gempa bumi yang berkaitan dengan suara dentuman tersebut. Meskipun belum ada indikasi gempa besar, para ahli tetap waspada karena kemungkinan adanya potensi sesar aktif di daerah tersebut.
Tindakan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Sumenep telah memberi perhatian serius terhadap laporan ini. Mereka meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik, sambil menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang.
“Kami sedang bekerja sama dengan Badan Geologi dan BMKG untuk memastikan penyebab pasti dari suara dentuman ini,” kata Plt. Bupati Sumenep, Andi Rizal. “Jika ada risiko, kami akan segera mengambil langkah-langkah pencegahan.”
Kesimpulan dan Harapan
Meski penyebab pasti dari suara dentuman masih dalam penyelidikan, para ahli sepakat bahwa fenomena ini tidak membahayakan secara langsung. Namun, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan pemantauan geofisika, diharapkan dapat segera teridentifikasi penyebab pasti dari fenomena ini. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih aman dan tenang.




