KediriNews.com – Pada tanggal 10 November 2025, masyarakat Kecamatan Kota akan menyaksikan sebuah demonstrasi yang menarik perhatian banyak pihak. Acara ini dikenal dengan nama “Demo Tenaga Dalam Mata Tertutup” atau sering disebut sebagai “Merpati Putih”. Acara ini menjadi momen penting bagi para penggemar seni bela diri dan kebudayaan lokal, khususnya dalam konteks tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Acara ini tidak hanya sekadar pertunjukan seni bela diri, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan diri dan kekuatan batin yang dipelajari selama bertahun-tahun. Demonstrasi ini dilakukan oleh para praktisi tenaga dalam yang telah terlatih secara intensif, dengan tujuan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengendalikan energi dan kekuatan tanpa melihat langsung objek atau lawan.
“Merpati Putih adalah bagian dari warisan budaya yang harus kita jaga,” ujar salah satu peserta demonstrasi yang meminta namanya tidak dipublikasikan. “Kami berharap acara ini bisa menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda agar lebih menghargai nilai-nilai tradisional.”
Berikut adalah beberapa hal penting tentang acara tersebut:
- Waktu dan Tempat: Demo akan digelar pada hari Sabtu, 10 November 2025, di Lapangan Kecamatan Kota, Kediri.
- Pengisi Acara: Para peserta merupakan para praktisi tenaga dalam yang telah teruji dan memiliki pengalaman bertahun-tahun.
- Materi yang Ditampilkan: Selain teknik dasar, acara ini juga akan menampilkan latihan khusus seperti “mata tertutup” dan “tenaga dalam yang tidak terlihat”.
- Tujuan Acara: Selain hiburan, acara ini bertujuan untuk melestarikan seni bela diri tradisional dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kearifan lokal.
Sebagai informasi tambahan, acara ini juga akan dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pejabat setempat. Mereka diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan materi bagi para peserta. Selain itu, acara ini juga akan difasilitasi oleh organisasi lokal yang fokus pada pelestarian budaya dan seni bela diri.

Menurut sumber dari Kecamatan Kota, acara ini sebelumnya telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Tim penyelenggara melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk para pelatih tenaga dalam dan komunitas lokal. Mereka berharap acara ini bisa menjadi ajang promosi budaya yang menarik minat masyarakat luas.
“Kami berharap masyarakat bisa datang dan menyaksikan langsung bagaimana tenaga dalam bisa digunakan untuk melindungi diri dan menjaga keharmonisan hidup,” tambah salah satu anggota tim penyelenggara.
Selain itu, acara ini juga akan dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi, sehingga masyarakat bisa lebih memahami makna serta manfaat dari seni bela diri tradisional. Hal ini diharapkan bisa menjadi awal dari peningkatan minat generasi muda terhadap seni dan budaya lokal.

Dalam rangka memastikan kelancaran acara, panitia juga telah melakukan persiapan matang, termasuk pengaturan tempat, pengamanan, dan pengaturan jadwal. Mereka juga memastikan bahwa semua peserta siap tampil dengan maksimal dan aman.
Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Kota bisa semakin sadar akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas mereka. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi para pemuda untuk mengeksplorasi bakat mereka dalam bidang seni bela diri.





