MELON GOLDEN: Rasa Legit dan Warna Kuning Cantik di Kecamatan Wates pada 5 Maret 2025

KediriNews.com – Di tengah perubahan pola pertanian yang semakin berorientasi pada hasil yang lebih menguntungkan, Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, kini menjadi sorotan. Berawal dari keinginan untuk meningkatkan pendapatan petani, Kepala Desa Wates, Sutrisno, memilih menanam melon Golden sebagai alternatif utama dari tanaman jagung yang selama ini menjadi andalan.

“Kalau usia melon itu sangat pendek, hanya dua bulan atau 60 hari sudah bisa panen,” ujar Sutrisno saat ditemui di sela panen melon, di Desa Wates, Senin (20/10/2025) kemarin. Ia menjelaskan bahwa budidaya melon tidak hanya memberikan hasil yang lebih besar, tetapi juga lebih efisien dalam pengelolaan.

Dari lahan seluas 1,4 hektar, Sutrisno mampu memanen hingga 7 ton buah per musim tanam. Dengan harga jual rata-rata Rp7.000 per kilogram, pendapatan per musim mencapai sekitar Rp50 juta. “Kalau dibandingkan dengan jagung, hasilnya jauh sekali. Jagung paling untungnya cuma Rp 7 juta per musim. Jadi selisihnya sangat besar,” ungkap dia.

Sutrisno juga melakukan inovasi untuk efisiensi biaya. Ia menurunkan tinggi ajir (penyangga tanaman) menjadi setengah meter tanpa menurunkan kualitas buah. “Lebih hemat biaya dan tetap menjaga kualitas buah agar jaring-jaring (net) melon rata,” sebut dia.

Pertanian Modern dan Inovasi Teknologi

Pertanian melon di Desa Wates tidak hanya dilakukan secara tradisional. Sutrisno menerapkan teknik pemupukan berjenjang untuk memaksimalkan hasil. Ia memulai dengan pupuk dasar SP-36, kemudian berlanjut ke NPK 16-16, dan KNO merah enam hari setelah tanam. Hal ini membantu meningkatkan kualitas buah dan ketahanan terhadap hama.

Selain itu, Sutrisno juga menggandeng para petani milenial untuk bergabung dalam program ketahanan pangan. Dengan adanya pelatihan dan bantuan teknis, para petani muda di desa ini mulai mengadopsi metode modern dalam bertani. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan.

Petani Desa Wates sedang memanen melon Golden

Keunikan Rasa dan Warna Melon Golden

Meski fokus pada produktivitas, Sutrisno juga memastikan bahwa kualitas buah tetap terjaga. Melon Golden yang ditanam di Desa Wates memiliki rasa yang legit dan aroma yang harum. Warna kuning cerah dari buah ini membuatnya terlihat sangat menarik, sehingga cocok untuk pasar konsumen yang menginginkan produk berkualitas.

Buah ini juga kaya akan vitamin dan kandungan air yang cukup tinggi, sehingga cocok dikonsumsi sebagai pelepas dahaga. Bahkan, beberapa pengunjung yang sempat mencicipinya menyebutkan bahwa rasanya sangat nikmat dan segar.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meski sukses dalam menghasilkan pendapatan yang signifikan, Sutrisno mengakui bahwa ada tantangan dalam budidaya melon. Salah satunya adalah modal awal yang relatif besar, terutama untuk pembelian mulsa dan ajir. Namun, ia yakin bahwa investasi tersebut akan memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

“Memang modalnya agak tinggi di awal, tapi hasilnya juga tinggi. Kalau dikelola dengan baik, jelas menguntungkan,” ujar dia.

Di masa depan, Sutrisno berharap dapat memperluas area tanam dan memperkenalkan melon Golden ke pasar yang lebih luas. Selain itu, ia juga ingin menjadikan Desa Wates sebagai contoh sukses dalam pertanian modern, yang bisa ditiru oleh daerah lain.

Buah melon Golden yang siap dipasarkan

Kesimpulan dan Harapan

Melon Golden di Desa Wates tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi para petani, tetapi juga menjadi simbol perubahan positif dalam dunia pertanian. Dengan kombinasi antara inovasi teknologi dan pengelolaan yang baik, Desa Wates berhasil membuktikan bahwa pertanian modern bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada metode tradisional.

Kehadiran melon Golden juga memberikan warna baru dalam dunia pertanian Indonesia. Dengan rasa yang legit dan warna kuning cantik, buah ini layak menjadi salah satu komoditas unggulan yang bisa diperkenalkan ke pasar nasional maupun internasional.

#MelonGolden #DesaWates #PertanianModern #PetaniMilenial #Agrowisata

Referensi:
Kompas.com
LombokBaratnews.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *