MASJID TIBAN HOAX! Fakta di Balik Isu Masjid Muncul Semalam di Kecamatan Ringinrejo pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Isu masjid yang muncul secara tiba-tiba di Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Malang, pada 5 Desember 2025, menghebohkan masyarakat. Namun, isu tersebut terbukti tidak benar dan berpotensi menjadi hoaks. Dalam konteks ini, perlu dipahami bahwa informasi tentang “Masjid Tiban” yang sering dikaitkan dengan mitos pembangunan cepat oleh jin, sebenarnya memiliki sejarah yang lebih kompleks dan realistis.

Sejarah dan Mitos di Balik Nama Masjid Tiban

Masjid Tiban, yang terletak di Jl. KH. Wachid Hasyim, Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, memiliki kisah yang unik. Nama “Tiban” berasal dari kata “tiba-tiba”, karena masyarakat setempat percaya bahwa masjid ini muncul secara tiba-tiba. Mitos ini berkembang karena konstruksi masjid tampaknya berlangsung sangat cepat, sehingga banyak orang tidak menyaksikan proses pembangunan secara langsung.

Menurut sumber dari portal Unews.id, Masjid Tiban sebenarnya adalah bagian dari Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, yang didirikan oleh Romo Kiai Ahmad pada tahun 1963. Pembangunan masjid sendiri dimulai pada tahun 1987 hingga selesai pada 1992. Para santri pesantren juga turut serta dalam proses pembangunan, mulai dari pembuatan batu bata hingga pemasangan hiasan.

Penjelasan Mengenai Isu “Muncul Semalam”

Meskipun ada anggapan bahwa masjid ini muncul semalam, fakta menunjukkan bahwa proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan melibatkan banyak pihak. Seperti yang disampaikan oleh pengelola pesantren, kecepatan pembangunan bisa saja membuat masyarakat merasa terkejut, tetapi hal itu tidak berarti tanpa dasar.

“Kami membangun masjid ini secara perlahan dan terencana. Santri-santri kami ikut membantu, baik dalam pengerjaan maupun pengelolaan,” ujar salah satu pengurus pondok pesantren, seperti dikutip dari GardaPublik.id.

Arsitektur yang Unik dan Berbeda

Masjid Tiban memiliki desain arsitektur yang sangat unik, dengan 10 lantai yang masing-masing memiliki fungsi khusus. Lantai pertama digunakan sebagai musala dan tempat istirahat, sedangkan lantai kedua berisi loket masuk dan ruang makan. Lantai ketiga dan keempat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para santri, termasuk akuarium dan kebun binatang mini. Di lantai kelima dan keenam terdapat ruang keluarga, sementara lantai tujuh dan delapan ditempati toko dan kios milik santri.

Lantai kesembilan dan kesepuluh memiliki desain yang menyerupai lereng gunung, memberikan pemandangan yang indah dari Malang Raya. Arsitektur ini mencerminkan perpaduan gaya Timur Tengah, India, dan Mesir, yang menjadikannya salah satu masjid paling menarik di Indonesia.

Pentingnya Menyebarkan Informasi yang Akurat

Isu masjid muncul semalam pada 5 Desember 2025, yang terkait dengan nama Masjid Tiban, sebaiknya ditangani dengan hati-hati. Masyarakat perlu waspada terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama jika menyangkut peristiwa yang bersifat spekulatif atau tidak terbukti.

Dalam konteks ini, penting bagi media dan masyarakat untuk terus menyebarkan informasi yang akurat dan berdasarkan fakta. Dengan begitu, kita dapat menghindari penyebaran hoaks dan menjaga kepercayaan publik terhadap berita-berita yang relevan.

Kesimpulan

Masjid Tiban, meski memiliki mitos yang menarik, sebenarnya memiliki sejarah yang nyata dan realistis. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan melibatkan banyak pihak, termasuk para santri. Oleh karena itu, isu bahwa masjid ini muncul semalam pada 5 Desember 2025, perlu diwaspadai sebagai hoaks. Masyarakat perlu tetap kritis dan mencari informasi dari sumber yang terpercaya.



Para santri sedang bekerja di lingkungan Masjid Tiban

Pemandangan indah dari lantai atas Masjid Tiban

MasjidTiban #Hoax #Malang #Religi #WisataReligi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *