KediriNews.com – Lomba Dayung Perahu Naga yang akan digelar di Sungai Brantas, Kecamatan Kota Ramai, pada 7 Desember 2025, menjadi salah satu peristiwa menarik yang dinantikan oleh masyarakat sekitar. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan semangat kebersamaan antar warga. Dalam lomba tersebut, peserta akan berlomba dengan menggunakan perahu naga khas tradisional, yang biasanya ditarik oleh puluhan dayung.
“Perahu naga adalah simbol kekuatan dan kerja sama. Dengan adanya lomba ini, kami ingin memperkenalkan lebih jauh kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya lokal,” ujar Ketua Panitia Lomba Dayung Perahu Naga, Budi Santoso, dalam wawancara dengan KediriNews.com.
Sebagai acara tahunan, lomba dayung perahu naga di Sungai Brantas telah menjadi agenda rutin yang diikuti oleh berbagai komunitas lokal. Tahun ini, panitia mencatat bahwa jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami menyediakan 30 tim yang akan bertanding, masing-masing terdiri dari 12 hingga 14 orang. Mereka berasal dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Kota Ramai,” tambah Budi.
Sejarah dan Makna Tradisi

Lomba dayung perahu naga memiliki akar sejarah yang kuat di wilayah Jawa Timur. Awalnya, tradisi ini digunakan untuk memperingati hari besar atau momen tertentu seperti perayaan keagamaan atau perayaan kesuburan sungai. Namun, seiring waktu, acara ini berkembang menjadi ajang persaingan yang lebih formal dan berbasis aturan.
Menurut penuturan para tokoh masyarakat setempat, lomba ini sering kali diadakan untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan menguatkan ikatan sosial. “Dulu, lomba ini hanya dilakukan secara spontan oleh nelayan setempat. Tapi sekarang, sudah ada regulasi dan pengaturan yang lebih baik,” kata Suryadi, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Kota Ramai.
Persiapan dan Fasilitas

Untuk memastikan kelancaran acara, panitia telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari pengamanan jalur lomba, penyediaan alat pertolongan darurat, hingga pengaturan tempat parkir dan area istirahat bagi peserta dan penonton. Selain itu, panitia juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan BPBD setempat untuk memastikan keselamatan seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.
“Kami memastikan semua peserta telah mengikuti pelatihan dasar keselamatan. Selain itu, kita juga menyiapkan perahu cadangan dan alat pelampung untuk keadaan darurat,” jelas Budi Santoso.
Antusiasme Masyarakat
Antusiasme masyarakat terhadap lomba ini sangat tinggi. Bahkan, sejak beberapa minggu sebelum acara, warga mulai mempersiapkan diri dengan membuat bendera dan atribut lainnya untuk mendukung tim kesayangan mereka. Di sepanjang tepi Sungai Brantas, banyak warga yang memilih untuk berdiri dan menonton langsung dari pinggir sungai.
“Kami senang bisa melihat anak-anak dan remaja berpartisipasi dalam acara ini. Ini adalah cara yang bagus untuk mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan sportivitas,” ujar Ibu Rina, seorang ibu rumah tangga yang sering menghadiri lomba dayung perahu naga.
Kesimpulan
Lomba Dayung Perahu Naga di Sungai Brantas, Kecamatan Kota Ramai, tanggal 7 Desember 2025, bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya dan penguatan komunitas. Dengan persiapan yang matang dan antusiasme yang tinggi, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang ingin melihat tradisi unik dari Jawa Timur.
#LombaDayungPerahuNaga #SungaiBrantas #KotaRamai #BudayaJawaTimur #OlahragaTradisional





