KOPI SUSU! Manis Creamy Gula Aren di Kecamatan Pesantren pada 15 Januari 2025!

0
kopi-robusta.jpg

KediriNews.com – Kopi susu gula aren kembali menjadi perhatian publik, terutama setelah Google Doodle merayakan kegiatan ngopi bersama 27.000 warga di Sumatera Selatan pada 15 Januari 2025. Minuman yang memiliki rasa manis alami dan tekstur creamy ini tidak hanya menarik para pecinta kopi, tetapi juga menjadi simbol transformasi dalam industri kopi Indonesia yang menggabungkan tradisi dan inovasi.

”Kopi susu gula aren adalah minuman populer di Indonesia yang dibuat dari kopi dan susu, ditambah bahan tradisional berupa gula aren,” ujar seorang pengusaha kopi lokal di Kecamatan Pesantren. “Rasanya sangat istimewa karena kombinasi antara pahit kopi, manis gula aren, dan gurihnya susu menciptakan sensasi yang unik.”

Perkembangan Kopi Susu Gula Aren

Kopi susu gula aren bukan sekadar tren musiman, melainkan mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat urban yang menginginkan minuman praktis, nikmat, dan sehat. Sejak diperkenalkan pada 2015 oleh Andanu Prasetyo, pendiri brand Kopi Tuku, minuman ini telah berkembang pesat dan menjadi primadona di kalangan pecinta kopi Indonesia.

Seiring dengan popularitasnya, banyak pelaku usaha kopi mulai menghadirkan varian kopi susu gula aren di gerai-gerai mereka. Salah satunya adalah Toko Kopi Tuku yang menjamu pencinta kopi dengan suguhan andalan kopi susu gula aren di 59 cabang. Selain itu, Tuku juga menghadirkan anak usaha bernama Berangan Ragam Rasa (Beragam) yang merupakan mitra strategis Tuku sekaligus pemain utama di balik penyediaan kopi dan gula aren.

Kolaborasi dengan Petani

Kopi Susu Gula Aren di Gerai Tuku

Kolaborasi Tuku bersama petani tak sekadar melulu kerja sama bisnis, tetapi juga menuju ke arah saling membangun sinergi. CEO dan Founder Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan lebih dari 20 daerah untuk mendapatkan kopi dan gula aren yang berkualitas.

”Kalau jumlah petaninya, kita enggak kehitung. Ratusan petani di satu region. Kalau daerahnya, aku rasa sudah lebih dari 20 daerah yang kita eksplor, baik kopi maupun gula aren,” ujarnya.

Salah satu inisiatif yang dihadirkan Beragam adalah program demonstration plot di Gayo Kenawat, Aceh, bekerja sama dengan Adena Coffee. Program ini memperkenalkan metode biochar dan pohon lamtoro untuk memperbaiki kualitas tanah, sekaligus memberikan pelatihan kepada petani tentang budidaya kopi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan permintaan pasar.

Tantangan Iklim dan Inovasi Pertanian

Tantangan iklim juga menjadi fokus utama bagi petani kopi dan gula aren. Eko Purnomowidi, pendiri Koperasi Klasik Bean, menjelaskan bahwa kopi dan gula aren memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan lingkungan tumbuh.

”Kopi arabika butuh suhu 15-24 derajat celsius, gula aren itu 20-26. Jadi nyambung sedikit, tuh. Gula aren butuh 85 persen kelembaban, kopi butuh 60-70 persen kelembaban. Gula aren cuma butuh matahari 50 persen, kopi butuh matahari 40 persen. Jadi kita paham dulu ruangnya, ruang mereka tumbuh,” papar Eko.

Petani muda seperti Fikri Raihan dan Kalam juga turut berkontribusi dalam inovasi pertanian. Fikri mulai menanam kopi arabika dengan sistem pertanaman yang lebih rapat dan hanya menanam single varietas. Sementara itu, Kalam, yang pulang ke kampung di masa pandemi, membekali diri dengan pelatihan sebagai barista dan memulai usaha perkebunan sendiri.

Ekspansi Pasar dan Masa Depan

Dengan semakin meningkatnya permintaan akan kopi susu gula aren, banyak perusahaan kopi mulai memperluas pasar mereka. Tuku, misalnya, telah memiliki 59 cabang dan berencana menambah 10-15 cabang baru pada tahun 2025. Selain itu, Tuku juga menyasar pasar luar negeri dengan pop up store di Korea Selatan dan rencana ekspansi ke Belanda.

”Semakin mencari relevansi dari produk itu sendiri. Tuku sudah mau 10 tahun, customer silih berganti, ada yang tetap. Kalau dulu dia ke Tuku masih kuliah, sekarang sudah bawa anaknya,” ujar VP Product and Quality Tuku, Diana Frances.

Kesimpulan

Kopi susu gula aren telah menjadi bagian penting dari industri kopi Indonesia, tidak hanya sebagai minuman favorit tetapi juga sebagai simbol kolaborasi antara petani, pengusaha, dan konsumen. Dengan rasa yang unik dan nilai-nilai keberlanjutan yang dijunjung tinggi, kopi susu gula aren terus menunjukkan potensi besar di masa depan.

Petani Menanam Kopi di Kecamatan Pesantren

KopiSusu #GulaAren #KecamatanPesantren #TokoKopiTuku #InovasiKopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *