KediriNews.com – Di tengah upaya masyarakat untuk menjaga lingkungan, warga Kecamatan Kota kembali menunjukkan inisiatif luar biasa dengan mengadakan kegiatan pembuatan pupuk dari daun kering. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 Desember 2025, yang diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
Pembuatan pupuk dari daun kering bukanlah hal baru, tetapi semakin diminati karena manfaatnya yang nyata. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta kegiatan, Ibu Siti, “Daun kering yang selama ini hanya dibuang atau dibakar bisa jadi bermanfaat jika diolah. Ini juga cara kita merawat lingkungan.”
Proses pembuatan pupuk kompos dari daun kering melibatkan beberapa tahap. Pertama, daun kering dikumpulkan dan dibersihkan dari kotoran. Setelah itu, daun tersebut dikeringkan dan digiling hingga halus. Tahap berikutnya adalah fermentasi menggunakan EM4, yaitu mikroba aktif yang membantu mempercepat proses pengomposan. Setelah beberapa minggu, daun kering yang telah terfermentasi dapat digunakan sebagai pupuk alami.
- Pengumpulan daun kering
- Pemilahan daun dari benda asing seperti ranting atau plastik
- Pengeringan daun
- Penggilingan daun menjadi serbuk halus
- Fermentasi menggunakan EM4
Menurut penjelasan dari Pak Andi, ketua kelompok penggiat lingkungan di Kecamatan Kota, “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah, tetapi juga memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat bagaimana mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.”

Selain daun kering, bahan-bahan lain seperti sisa sayuran, kulit buah, dan ampas kopi juga bisa digunakan dalam pembuatan pupuk. Hal ini membuat kegiatan ini sangat ramah lingkungan dan mudah diakses oleh siapa saja. Dengan sedikit usaha dan ketekunan, masyarakat bisa menghasilkan pupuk yang berkualitas tanpa perlu membeli produk kimia.
“Kita harus mulai mengubah pola pikir kita tentang sampah,” ujar Ibu Rina, seorang ibu rumah tangga yang ikut serta dalam kegiatan ini. “Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi berkah.”

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi warga untuk menciptakan usaha kecil berbasis lingkungan, seperti menjual pupuk kompos atau menyediakan layanan pengolahan sampah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah organik semakin meningkat. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai alam.
Melalui inisiatif-inisiatif seperti ini, warga Kecamatan Kota menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti pengolahan daun kering menjadi pupuk. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi lingkungan, keberlanjutan lingkungan bisa tercapai secara bersama-sama.





