– Aktris Hang Mioku, yang dulunya merupakan bintang cantik yang sedang naik daun di era 1980-an, terobsesi dengan kesempurnaan sehingga ia menyuntikkan minyak goreng ke wajahnya sendiri.
Tindakan ekstrem Mioku dan cacat yang diakibatkannya menjadi berita utama internasional. Hidupnya menjadi peringatan tragis tentang kecanduan kosmetik yang ekstrem.
Bintang bersinar era 1980-an.
Sebelum label kejam “bencana operasi plastik” melekat pada namanya, Hang Mioku adalah seorang penyanyi dan model yang menjanjikan di Korea Selatan selama tahun 1980-an.
Dengan fitur wajah yang halus, mata yang cerah, dan citra yang anggun, ia dengan cepat meraih popularitas dan kemudian pindah ke Jepang untuk mengembangkan kariernya.
Awal obsesi operasi plastik
Persaingan ketat di industri hiburan Jepang secara bertahap mengikis kepercayaan dirinya.
Ia menjadi terobsesi dengan kekurangan yang dirasakannya, percaya bahwa wajahnya tidak cukup tegas dan dagunya tidak cukup ramping.
Prosedur kosmetik awal memberikan kepuasan jangka pendek, tetapi juga menandai awal dari kecanduan berbahaya terhadap operasi plastik.
Obsesi ‘kecantikan sempurna’ menjadi mimpi buruk
Ketertarikan Hang Mioku akan kecantikan semakin ekstrem. Setelah menjalani puluhan operasi, wajahnya mulai mengeras dan berubah bentuk.
Para ahli bedah profesional akhirnya menolak untuk mengoperasinya, karena mengenali tanda-tanda ketidakstabilan psikologis yang parah.
Dalam keputusasaan dan tanpa gentar, ia beralih ke klinik ilegal dan akhirnya ke dirinya sendiri.
Ketika ia tidak lagi mampu membeli silikon pasar gelap, Hang Mioku membuat keputusan yang mengerikan: ia menyuntikkan minyak goreng dan parafin langsung ke wajahnya.
Zat-zat yang tidak cocok tersebut menyebabkan pembengkakan hebat dan cacat permanen.
Kepalanya menjadi hampir tiga kali lebih besar dari tubuhnya, sementara fitur wajahnya yang dulunya halus terkubur di bawah massa yang mengeras dan tidak rata.
“Aku menjadi monster. Anak-anak di lingkungan tempat tinggalku memanggilku ‘nenek berwajah kipas’ karena wajahku melebar di atas tubuhku yang kecil,” ungkapnya dengan pilu saat tampil di televisi pada tahun 2004.
“Aku menangis, tetapi bahkan air mataku pun tidak bisa menembus kulit itu,” lanjutnya.
Operasi penyelamatan
Pada tahun 2004, kisah Hang Mioku terungkap di acara SBS Capture the Moment: How Is That Possible, yang mengejutkan seluruh negeri.
Simpati publik membantu mengumpulkan dana untuk perawatan medis, memungkinkannya menjalani 17 operasi untuk menghilangkan benda asing dari wajahnya.
Para dokter mengeluarkan berliter-liter silikon dan minyak goreng dari kepala dan lehernya.
Meskipun ukuran wajahnya mengecil, kerusakannya tidak dapat dipulihkan. Bekas luka yang parah, mata yang tidak dapat menutup sepenuhnya, dan rasa sakit kronis menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.
Menjelang akhir hidup
Di tahun-tahun terakhirnya, Hang Mioku hidup tenang, bekerja di toko barang bekas dan bergantung pada bantuan sosial. Dia menghindari perhatian publik dan selalu mengenakan masker setiap kali keluar rumah.
Perpisahan yang sunyi
Pada Desember 2018, Hang Mioku meninggal dunia di rumahnya pada usia 57 tahun.
Penyebab pasti kematiannya tidak diungkapkan kepada publik, tetapi diketahui bahwa ia meninggal dalam kesunyian dan kesendirian.
Melihat kembali foto-foto masa mudanya, banyak orang merasa sedih. Dengan kecantikan seperti itu, ia seharusnya bisa menjalani hidup yang cerah dan penuh makna.





