KediriNews.com – Pada tanggal 7 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Purwoasri akan menyaksikan inisiatif yang menarik dalam dunia pendidikan teknologi. Sebuah kelas koding gratis akan diadakan dengan fokus pada pemberdayaan pemuda dan anak petani. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses kepada generasi muda di daerah pedesaan agar dapat menguasai dasar-dasar pemrograman dan digitalisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak petani memiliki kesempatan untuk belajar teknologi,” ujar salah satu penyelenggara kegiatan. “Dengan kelas ini, kami berharap bisa membuka jalan bagi mereka untuk menjadi bagian dari industri digital.”
- Tujuan dan Manfaat Kelas Koding Gratis
Kelas koding ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang pemrograman, termasuk bahasa seperti Python dan JavaScript. Peserta akan diajarkan cara membuat website sederhana, aplikasi mobile, hingga penggunaan alat bantu dalam pengembangan perangkat lunak.
Dalam sesi pembelajaran, peserta juga akan diberikan materi tentang pengelolaan proyek digital dan keterampilan soft skill seperti komunikasi dan kerja sama tim. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan para pemuda agar siap menghadapi tantangan di era digital.
- Pemilihan Peserta dan Lokasi
Peserta yang diundang adalah pemuda dari kalangan petani dan keluarga petani di Kecamatan Purwoasri. Mereka dipilih berdasarkan usia (15-25 tahun) dan minat terhadap teknologi. Lokasi pelaksanaan kelas berada di Gedung Serba Guna Desa Purwoasri, yang merupakan pusat kegiatan masyarakat setempat.
- Materi dan Metode Pembelajaran
Materi pembelajaran akan disampaikan oleh instruktur profesional yang telah berpengalaman dalam bidang pemrograman. Selain itu, para peserta akan diberikan akses ke platform online yang bisa digunakan untuk latihan dan tugas tambahan.
“Kami menggunakan metode pembelajaran interaktif dan praktis,” tambah salah satu instruktur. “Setiap sesi akan diakhiri dengan latihan langsung dan diskusi untuk memastikan peserta memahami konsep yang diajarkan.”
- Peran Komunitas dan Mitra
Kelas koding ini tidak hanya diinisiasi oleh pihak lokal, tetapi juga didukung oleh berbagai komunitas teknologi dan organisasi nirlaba. Salah satunya adalah Dicoding, sebuah platform edukasi teknologi yang sudah lama berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan digital secara gratis.
“Kami sangat senang bisa mendukung inisiatif seperti ini,” kata perwakilan Dicoding. “Ini adalah langkah penting dalam membangun talenta digital di daerah-daerah yang belum terlalu terjangkau oleh layanan teknologi.”
- Harapan Masa Depan
Dengan adanya kelas koding ini, diharapkan muncul semangat baru di kalangan pemuda desa untuk menjajaki karier di bidang teknologi. Banyak dari mereka yang sebelumnya hanya melihat teknologi sebagai hal asing, kini mulai merasa tertarik untuk mempelajarinya.
“Saya berharap, setelah mengikuti kelas ini, ada banyak pemuda yang bisa mengembangkan ide-ide kreatif mereka sendiri,” harap salah satu peserta. “Bukan hanya belajar, tapi juga bisa menciptakan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.”

#KelasKodingGratis #PemudaPurwoasri #DigitalisasiDesa #TeknologiUntukSemua #PemudaBerdaya




