KEKERINGAN MELANDA! Warga Berebut Air Bersih Bantuan BPBD di Kecamatan Mojo pada 10 Juli 2025

KediriNews.com – Musim kemarau yang memasuki puncaknya mengakibatkan kekeringan parah di sejumlah wilayah Kabupaten Kediri, khususnya di Dusun Tumpak Nongko, Desa Ponggok, Kecamatan Mojo. Kekurangan air bersih mulai mengancam kehidupan warga setempat, yang terdiri dari 88 kepala keluarga. Sumur dan sumber mata air yang biasanya menjadi sumber utama air telah mengalami penurunan debit, sehingga membuat warga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak.

“Kami berharap warga menggunakan untuk kepentingan utama keluarga utamanya mandi, cuci dan memasak dan sangat perlu hemat air,” ujar Stefanus Joko Sukrisno, Kepala BPBD Kabupaten Kediri. Untuk menangani kondisi ini, BPBD Kabupaten Kediri melakukan operasi distribusi air bersih melalui mobil tangki. Saat ini, sudah ada empat mobil tangki BPBD yang siap menyuplai air ke Dusun Tumpak Nongko, dengan kapasitas masing-masing mobil sebesar 4.000 liter.

Penyebab Kekeringan di Dusun Tumpak Nongko

Lokasi Dusun Tumpak Nongko yang jauh dari dusun-dusun lain di Desa Ponggok membuat akses air menjadi lebih sulit. Pipa air yang sebelumnya digunakan untuk suplai air ke Desa Ponggok tidak sampai ke Dusun Tumpak Nongko, sehingga warga harus mencari alternatif sumber air dari desa tetangga, seperti Desa Pamongan Mojo. Namun, hal ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya juga memperparah situasi. Kekurangan air bersih bukan hanya terjadi di Dusun Tumpak Nongko, tetapi juga melanda wilayah-wilayah lain di Kabupaten Kediri. Contohnya, di Kabupaten Mojokerto, kekeringan juga mengancam ketersediaan air bersih sejak akhir Juli 2025. BPBD Kabupaten Mojokerto telah menyalurkan bantuan air bersih ke tiga desa yang terdampak cukup parah.

Upaya BPBD dalam Penyediaan Air Bersih

Untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi, BPBD Kabupaten Kediri telah menyiapkan tiga mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter. Mobil-mobil tersebut ditempatkan di Pemkab Kediri dan di wilayah Ponggok Mojo, karena pengambilan air dilakukan dari sumber mata air di Desa Pamongan Mojo. Distribusi air dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan warga.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas distribusi, petugas BPBD juga melakukan pendistribusian langsung ke tandon besar dan rumah-rumah warga. Hal ini dimaksudkan agar warga dapat memperoleh air bersih secara merata dan tidak terjadi persaingan berlebihan.

Warga Berebut Air Bersih di Kecamatan Mojo

Dampak Kekeringan pada Kehidupan Sehari-hari

Kekeringan yang terjadi di Kecamatan Mojo tidak hanya memengaruhi kebutuhan air bersih, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat. Banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga, termasuk kebersihan diri dan masakan. Di beberapa daerah, warga bahkan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih dari sumber mata air yang masih mengalir.

Di luar wilayah Kediri, kekeringan juga melanda wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Ribuan umat Islam di Kecamatan Andong menggelar sholat istisqo untuk memohon hujan. Sholat ini dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar alam memberikan pertolongan dalam bentuk hujan yang bisa mengatasi krisis air.

Langkah Jangka Panjang untuk Mengatasi Kekeringan

Meski distribusi air bersih menjadi solusi darurat, para ahli dan pejabat BPBD menegaskan bahwa diperlukan langkah-langkah jangka panjang untuk mengatasi kekeringan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan menjadi penting dalam membangun sistem penyimpanan air dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.

“Kami akan terus pantau wilayah terdampak. Tapi untuk jangka panjang, perlu kolaborasi lintas sektor agar ada solusi permanen,” ujar Khakim, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto.

BPBD Menyalurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak

Kesimpulan

Kekeringan yang melanda Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, serta wilayah lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan sumber daya air. Meskipun BPBD telah melakukan upaya distribusi air bersih, solusi jangka panjang tetap diperlukan agar masyarakat tidak lagi terpuruk dalam krisis air. Dengan kerja sama dan kesadaran kolektif, diharapkan kondisi ini dapat segera teratasi dan mencegah kekeringan yang lebih parah di masa depan.

Kekeringan #BPBD #AirBersih #KecamatanMojo #MusimKemarau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *