Aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar kawasan pemukiman warga Kediri, Jawa Timur, diikuti oleh ratusan warga yang memprotes rencana pembangunan menara komunikasi oleh sebuah perusahaan swasta. Mereka mengeluhkan kurangnya sosialisasi dan transparansi dari pihak perusahaan serta pemerintah setempat.
“Kami tidak tahu apa-apa tentang rencana pembangunan ini. Kami hanya diberitahu bahwa ada proyek yang akan dibangun di dekat rumah kami,” ujar salah satu peserta demonstrasi, Suryadi.

Pihak perusahaan, yang belum memberikan respons resmi terhadap aksi tersebut, sebelumnya mengklaim bahwa pembangunan tower tersebut dilakukan dengan pertimbangan teknis dan kebutuhan infrastruktur komunikasi. Namun, warga menilai bahwa lokasi yang dipilih tidak sesuai dengan standar keselamatan dan lingkungan.
Sementara itu, pemerintah daerah Kediri menyatakan bahwa mereka sedang mempelajari laporan-laporan yang masuk terkait proyek tersebut. “Kami akan segera meninjau ulang izin pembangunan dan memastikan bahwa semua prosedur hukum telah dipenuhi,” kata Kepala Dinas Perizinan Kediri, Rudi Hartono.

Aksi demonstrasi ini menjadi bukti semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan dan hak-hak warga dalam pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka. Warga Kediri menuntut agar pihak terkait lebih proaktif dalam melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek yang berpotensi memengaruhi lingkungan dan kualitas hidup mereka.





