KediriNews.com – Tak Disangka! Sampah Plastik di Kediri Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat oleh Pemuda Ini

Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin mengkhawatirkan, seorang pemuda asal Kediri berhasil menciptakan inovasi luar biasa. Dengan memanfaatkan teknologi fast pyrolysis (FASPOL), ia mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar pesawat. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan.

Inovasi Teknologi Fast Pyrolysis

Teknologi fast pyrolysis adalah proses pengolahan sampah plastik dengan suhu tinggi tanpa oksigen. Proses ini terdiri dari tiga tahap utama: pemilahan sampah, pirolisis, dan penyulingan. Setelah dipilah, plastik ditempatkan dalam alat khusus yang dipanaskan hingga 400-500°C. Uap yang dihasilkan kemudian didinginkan menjadi cairan bahan bakar.

“Kami bisa menghasilkan 0,8 liter bahan bakar dari setiap 1 kg sampah plastik,” jelas Heru Susanto, peneliti BRIN. Menurutnya, kualitas bahan bakar yang dihasilkan setara solar biasa setelah melalui proses penyaringan lanjutan.

Dari Laboratorium ke Lapangan

Inovasi ini tidak hanya berada di laboratorium, tetapi telah diaplikasikan secara nyata. Bank Sampah Banjarnegara menjadi pelopor dalam mengumpulkan bahan baku. Selain itu, kelompok tani mulai menggunakan PETASOL untuk traktor dan mesin penggilingan serta UMKM memanfaatkannya untuk generator listrik.

Budi Trisno Aji menceritakan pengalaman menarik, “Awalnya petani ragu, tapi setelah mencoba, mereka justru antusias karena mesin lebih bersih dari residu dibanding solar biasa.”

Potensi Ekonomi dan Lingkungan

Analisis awal menunjukkan proyek ini berpotensi mengurangi beban TPA hingga 30 persen, menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan sampah, menghemat devisa melalui substitusi bahan bakar fosil, dan menurunkan emisi karbon dari pembakaran sampah terbuka.

Kolaborasi dengan Perusahaan dan Masyarakat

Selain BRIN, banyak perusahaan dan komunitas lokal juga turut berpartisipasi dalam upaya pengelolaan sampah. Contohnya, BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ yang menyediakan Reverse Vending Machine (RVM) di berbagai titik strategis. Pengunjung diajak berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara menyetorkan botol plastik ke RVM BRI Peduli. Setiap botol plastik yang dimasukkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan saldo rupiah melalui platform digital Plasticpay.

Kesadaran Masyarakat

Inovasi ini tidak hanya memberikan insentif langsung kepada masyarakat untuk mendaur ulang, tetapi juga mengubah paradigma publik terhadap sampah. Botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini memiliki nilai ekonomi. Setiap individu berkesempatan untuk menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Tantangan dan Harapan

Meski inovasi ini menjanjikan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang, infrastruktur pengumpulan sampah yang memadai, dan regulasi yang mendukung. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, potensi besar dari inovasi ini bisa terwujud.

Pemuda Kediri mengoperasikan mesin pengolahan sampah plastik

Bahan bakar hasil olahan sampah plastik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *