KediriNews.com – Strategi Pemkot Kediri Amankan Stok Pangan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Kediri, sebagai kota yang terus berkembang, telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Langkah ini dilakukan melalui berbagai inisiatif yang dirancang untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus melindungi kepentingan produsen dan pelaku usaha.

Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai Solusi Utama

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 9 hingga 23 Desember 2025, dengan fokus pada momen Natal dan Tahun Baru yang sering kali menjadi periode rawan kenaikan harga.

Pelaksanaan GPM dipusatkan di Kelurahan Tamanan pada Kamis (18/12), kemudian dilanjutkan di dua kelurahan lainnya, yakni Senin (22/12) di Kelurahan Kemasan dan Selasa (23/12) di Kelurahan Gayam. DKPP menyediakan berbagai komoditas pangan pokok seperti beras SPHP, gula pasir, telur ayam ras, ikan segar, aneka cabai, aneka bawang, serta berbagai jenis sayuran dengan harga terjangkau.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Untuk memastikan ketersediaan stok pangan yang cukup, DKPP bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, PG Pesantren Baru, Perumda Pasar, peternak ayam petelur, pembudidaya ikan, serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Dengan kerja sama ini, DKPP mampu menyalurkan berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar umum.

Harga beras SPHP dijual sesuai standar Perum Bulog dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Gula pasir diperoleh melalui kerja sama langsung dengan pabrik gula, sehingga dapat dijual lebih murah. Sementara komoditas lain seperti sayuran, telur, dan ikan dipasok langsung dari mitra GPM, yakni peternak dan pembudidaya.

Stok Pangan Memadai

DKPP juga memastikan ketersediaan stok pangan dalam jumlah memadai. Di antaranya, beras SPHP kemasan 5 kilogram sebanyak 675 bungkus, gula pasir kemasan 1 kilogram sebanyak 2,5 ton, telur ayam ras sebanyak 1,5 ton, serta berbagai komoditas pangan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejolak harga dan menjaga stabilitas pasar.

Mencegah Gejolak Harga

Kepala DKPP Kota Kediri Un Achmad Nurdin menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah digelar untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan pokok, khususnya menjelang momen Natal dan Tahun Baru yang rawan terjadi gejolak harga.

“Dengan harga pangan yang stabil, diharapkan tercipta keseimbangan antara perlindungan pendapatan produsen dan pelaku usaha pangan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah Pemkot Kediri menjelang libur Natal dan Tahun Baru

Strategi Jangka Panjang

Selain GPM, Pemkot Kediri juga melakukan berbagai upaya lain untuk menjaga stabilitas harga pangan. Ini termasuk inspeksi di pasar dan sumber pangan, serta kerja sama dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk memastikan harga tetap dalam batas wajar.

Komitmen Pemkot Kediri dalam menjaga stabilitas harga pangan tidak hanya terlihat pada kebijakan jangka pendek, tetapi juga pada strategi jangka panjang. Dengan pengelolaan yang baik dan kolaborasi yang kuat, Pemkot Kediri berupaya memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi perayaan besar tahun ini.

Pemkot Kediri memastikan stok pangan aman menjelang libur Natal dan Tahun Baru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *