Baznas Kediri terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program-program yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Dalam strategi tahun 2025, Baznas Kediri menempatkan bantuan pendidikan dan penguatan ekonomi sebagai prioritas utama, dengan harapan dapat menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di tengah tantangan global.
Bantuan Pendidikan: Membangun Generasi Unggul

Salah satu inisiatif utama Baznas Kediri adalah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dhuafa. Program beasiswa Sekolah Cendekia Baznas (SCB) menjadi salah satu bentuk nyata komitmen ini. SCB menyediakan pendidikan gratis selama enam tahun, mulai dari jenjang SMP hingga SMA, dengan sistem asrama yang mengintegrasikan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan kepedulian sosial.
Proses seleksi masuk SCB sangat ketat, melibatkan beberapa tahap seperti seleksi administrasi, tes akademik, survei faktual, wawancara orang tua, tes baca Al-Qur’an, dan psikotes. Syarat pendaftaran pun cukup ketat, termasuk memiliki prestasi akademik minimal rata-rata 75 pada mata pelajaran bahasa Indonesia, IPA, dan matematika, serta membawa berkas-berkas seperti fotokopi kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu, dan ijazah SD.
Pendaftaran untuk tahun ajaran 2026/2027 telah dibuka hingga 5 Januari 2026. Dengan adanya program ini, Baznas Kediri berharap bisa membantu mendorong kemandirian dan kemajuan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.
Pemberdayaan Ekonomi: Menciptakan Kemandirian
Selain pendidikan, Baznas Kediri juga fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama para mustahik. Salah satu contohnya adalah program Santripreneur yang digelar oleh Baznas RI. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing santri melalui pelatihan, pendampingan, dan permodalan usaha produktif.
Tahun 2025, Baznas Kediri turut berpartisipasi dalam kegiatan Bootcamp dan Grand Final Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Usaha Peternakan. Kegiatan ini dilaksanakan di Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tujuan utamanya adalah membantu santri dalam mengembangkan usaha peternakan, sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi.
Program Santripreneur telah memberdayakan lebih dari 1.485 mustahik di 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota sejak diluncurkan pada 2023. Tahun ini, sebanyak 50 peserta terbaik dari 2.902 pendaftar mengikuti bootcamp selama lima hari untuk memperdalam pengetahuan, membuat rencana bisnis, serta mengikuti penjurian grand final dengan total bantuan usaha hingga Rp500 juta.
Sinergi dengan Lembaga dan Komunitas
Baznas Kediri juga aktif berkolaborasi dengan lembaga dan komunitas lokal untuk memperkuat dampak programnya. Misalnya, kerja sama dengan pondok pesantren, organisasi zakat, dan pemerintah setempat menjadi kunci dalam menjalankan strategi pemberdayaan ekonomi dan pendidikan.
Selain itu, Baznas Kediri juga terus memperluas jaringan donatur dan mitra untuk mendukung program-programnya. Melalui pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, Baznas Kediri berupaya memastikan bahwa dana yang diterima bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Penutup
Strategi Baznas Kediri 2025 menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Dengan program-program yang terstruktur dan berkelanjutan, Baznas Kediri berharap bisa menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Semoga langkah-langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.





