Pada malam hari tanggal 17 Desember 2025, polisi dari Satuan Narkoba Polres Kediri melakukan operasi rahasia yang menghasilkan penangkapan besar-besaran terhadap penyelundup narkoba. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita seberat 1 kilogram sabu-sabu yang disimpan di tempat yang dianggap aman oleh para pelaku.
Operasi ini dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat dan pengintaian intensif terhadap aktivitas kriminal di wilayah Kota Kediri. Tim operasional yang terdiri dari puluhan anggota polisi langsung bertindak cepat setelah menemukan bukti-bukti kejahatan yang kuat.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan bahwa sabu-sabu yang disita berasal dari jaringan peredaran narkoba yang sangat terstruktur. Selain sabu-sabu, polisi juga menyita alat-alat pendukung seperti timbangan digital, plastik pembungkus, serta perangkat komunikasi yang digunakan untuk menjalin hubungan antar pelaku.
Kepala Satuan Narkoba Polres Kediri, AKP Rizal Amin, mengatakan bahwa operasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen pihaknya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
“Kami terus berupaya keras untuk menangkap pelaku-pelaku peredaran narkoba, terutama yang melibatkan jumlah besar seperti kasus ini,” ujar AKP Rizal Amin.

Menurut informasi yang diperoleh, pelaku utama dari kasus ini adalah seorang warga yang tinggal di luar kota dan hanya datang ke Kediri secara berkala untuk menjual narkoba. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Selain itu, polisi juga masih memeriksa beberapa tersangka yang ditangkap dalam operasi ini. Mereka diduga terlibat dalam peredaran narkoba yang melibatkan banyak pihak dan jaringan lintas daerah.
Sebelumnya, Kediri telah menjadi salah satu wilayah yang sering menjadi sasaran operasi pemberantasan narkoba. Pada tahun-tahun sebelumnya, polisi juga berhasil menyita ratusan gram sabu-sabu dan ribuan pil dobel L dalam berbagai operasi.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf, pernah menyebutkan bahwa jumlah barang bukti narkoba yang dimusnahkan meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba semakin marak dan memerlukan tindakan lebih keras dari aparat penegak hukum.
Dengan penangkapan besar-besaran ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku narkoba dan mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Polisi juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga lain untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari narkoba.





