KediriNews.com – Pemkot Kediri Siapkan Bus Gratis untuk Pelajar Mulai Januari 2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kini sedang mempersiapkan layanan transportasi umum gratis bagi pelajar, yang akan mulai beroperasi pada Januari 2026 mendatang. Ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan akses pendidikan dan mengurangi beban biaya transportasi bagi siswa.

Bus Satria, yang sebelumnya dikenal sebagai bus sekolah, kini diubah fungsinya menjadi angkutan umum gratis yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Layanan ini bertujuan untuk memberikan alternatif transportasi yang nyaman dan terjangkau, terutama bagi pelajar yang tinggal di luar area pusat kota.

“Filosofi Satria itu adalah Sarana Transportasi Kediri Bahagia. Kami ingin bus ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dengan pelayanan yang baik dan tanpa pamrih,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Bus Satria saat ini telah beroperasi dengan tiga armada yang berjalan di rute tengah kota. Rute tersebut meliputi Terminal Tamanan, Jl. Dr. Saharjo, Jl. Veteran, Jl. Kawi Utara, hingga kembali ke Terminal Tamanan. Total jarak tempuh mencapai 20,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam 36 menit.

Bus Satria Kediri rute tengah kota

Selain untuk pelajar, Bus Satria juga melayani masyarakat umum. Setelah tugas antar-jemput pelajar selesai, bus akan kembali melayani masyarakat umum. Setiap armada mampu mengangkut hingga 35 penumpang, baik duduk maupun berdiri.

“Kami melakukan uji coba rute untuk mengetahui ketepatan waktu tiba di masing-masing halte. Misalnya, di halte pertama jam berapa, halte kedua jam berapa, dan seterusnya,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur.

Pemkot Kediri juga sedang mempertimbangkan penambahan dua armada tambahan untuk Bus Satria. Hal ini dilakukan agar rute yang dilalui semakin luas, termasuk ke bagian timur dan selatan Kota Kediri.

[IMAGE: Bus Satria Kediri pengangkut pelajar gratis]

Dalam rangka menyambut adanya bandara di Kediri, Dishub Kota Kediri juga berkomunikasi dengan DAMRI terkait angkutan darat menuju bandara dan sebaliknya. Terminal Tamanan, yang merupakan terminal terdekat dengan bandara, akan menjadi titik transit utama bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke kota lain.

Selain itu, Bus Satria juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan di tengah kota. Dengan adanya angkutan umum yang terjadwal, mobilitas warga akan lebih lancar dan efisien.

“Harapan kami, Bus Satria bisa menjadi bahan percontohan dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” ujar Wali Kota Kediri.

Layanan Bus Satria ini tidak hanya memberikan fasilitas yang nyaman, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang layak. Dengan tarif gratis, diharapkan lebih banyak warga yang menggunakan angkutan umum ini.

Saat ini, Bus Satria masih dalam tahap pengembangan. Pemkot Kediri berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperluas layanan transportasi umum guna mendukung pembangunan kota yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *