Kediri (Jatimsmart.id) – Proyek pembangunan Jembatan Jongbiru yang menjadi penghubung antara Kabupaten dan Kota Kediri kini telah memasuki tahap akhir. Dengan progres yang terus berjalan, jembatan ini diperkirakan akan selesai pada Desember 2025. Pemkab Kediri melalui Bupati Hanindhito Himawan Pramana telah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penting ini akan segera rampung sesuai rencana.
Jembatan Jongbiru yang sebelumnya terputus selama tujuh tahun, kini kembali dibangun untuk menghubungkan wilayah Desa Jongbiru dan Desa Jabon. Selain itu, jembatan ini juga menjadi akses utama menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri. Sebelumnya, warga harus melewati Jembatan Semampir yang berada di Kota Kediri, sehingga menyebabkan perjalanan lebih rumit dan memakan waktu lebih lama.
“Insyaallah hasilnya sesuai harapan bersama, mulai dari konstruksi jembatan yang sudah teruji, lampu jalan terang benderang, aspal juga mulus,” ujar Bupati Hanindhito, sapaan akrabnya, saat meninjau progres pembangunan. Ia juga menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 133,94 meter ini telah melalui tahap uji pembebanan statis dan dinamis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Selain itu, pekerjaan yang telah dilakukan mencakup pengaspalan jalan dan pemasangan ratusan titik lampu penerangan. Terdapat dua jenis lampu di dalamnya, yakni lampu hias jembatan dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal ini dimaksudkan agar keamanan dan kenyamanan pengguna jembatan dapat terpenuhi.
Bupati Hanindhito juga menegaskan bahwa jembatan ini tidak hanya menjadi akses transportasi, tetapi juga memiliki makna historis. Menurutnya, di zaman Kerajaan Majapahit dulu, kawasan Jongbiru kerap menjadi tempat bersandar kapal. “Banyak yang menyandarkan kapalnya di dermaga ini sehingga disebut jembatan urat nadi. Yang menghubungkan nadinya Kabupaten Kediri dan Kota Kediri,” jelasnya.

Proses pembangunan Jembatan Jongbiru dimulai pada November 2023 sebagai komitmen Pemkab Kediri untuk menyiapkan infrastruktur pendukung menuju Bandara Dhoho Kediri. Untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Kediri telah melakukan pelebaran ruas jalan menuju jembatan. Harapannya, begitu masuk wilayah Kota Kediri, pelebaran jalan juga dilakukan pemerintah setempat.
“Pembebasan lahan kurang lebih ada 56 KK,” ungkap Bupati Hanindhito. Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling merawat konstruksi jembatan guna memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Kediri.

Masyarakat sekitar sangat antusias dengan pembangunan jembatan ini. Pasalnya, sejak jembatan terputus pada 2017, warga sekitar harus memutar melalui Jembatan Semampir. “Matur nuwun sanget (terimakasih banyak) Mas Bupati jembatannya telah dibangun,” ucap Rohmat, 51, warga yang tinggal tak jauh dari jembatan Jongbiru.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Jongbiru, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga, khususnya para pedagang dan UMKM. Bupati Hanindhito berharap keberadaan jembatan ini bisa menghidupkan kembali perekonomian lokal.
Meski peresmian jembatan masih menunggu surat izin dari Kementerian PUPR, progres pembangunan terus berjalan dengan baik. Dengan demikian, Jembatan Jongbiru diharapkan dapat segera difungsikan pada akhir Juli 2024, meskipun target akhir penyelesaian secara keseluruhan adalah Desember 2025.
Dengan adanya jembatan ini, akses menuju Bandara Dhoho Kediri akan lebih mudah dan cepat. Bagi warga kabupaten dan kota, perjalanan ke bandara tidak lagi memutar melalui Jembatan Semampir. Hal ini tentu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pengunjung yang ingin berkunjung ke Kediri.





