Pameran kewirausahaan tahunan ‘Creanovative’ yang digelar oleh Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kediri kembali menunjukkan potensi luar biasa dari para mahasiswa. Acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi kewirausahaan yang mampu menembus pasar nasional.
Tahun ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan Creanovitive PSDKU Udinus Kediri dengan tema ‘Creative and Innovative Entrepreneurship in The Digital Era’. Acara ini diikuti oleh 40 kelompok mahasiswa, terdiri dari 37 kelompok mahasiswa mata kuliah Kewirausahaan dan 3 kelompok wirausaha dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025. Peserta berasal dari berbagai program studi seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, Manajemen, dan DKV.
Dalam pameran ini, mahasiswa menampilkan tiga jenis usaha, yaitu FnB, non-FnB, dan jasa. Selain itu, acara ini juga menghadirkan juri dari eksternal dan internal yang telah berpengalaman di dunia bisnis. Juri eksternal antara lain Owner SK Coffee Lab, Arief Priyono, dan Direktur Indoweb, Mahfudz Syarif. Sementara juri internal adalah dosen manajemen sekaligus pemilik bisnis Cendol Ningrat, Mahadika Pradipta Himawan.
Ketua Pelaksana Creanovative, Gilang Rizki Gardianto, menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah untuk memberikan insight baru bagi mahasiswa dalam merancang ide bisnis mereka. “Kami berharap para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman nyata dalam pitching di depan juri,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi karya-karya mahasiswa di bidang kewirausahaan dan mempersiapkan mereka untuk kompetisi nasional. Para pemenang ide bisnis terbaik akan mendapatkan uang pembinaan dan fasilitasi untuk mengikuti lomba pitch deck nasional Creanovation Award yang diadakan Udinus Semarang.

Sementara itu, di Jakarta, empat mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) juga menampilkan ide bisnis inovatif dalam acara BOOST 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan wirausaha muda yang digagas oleh Mien R. Uno Foundation bekerja sama dengan UNM, Yayasan Indonesia Setara, dan Dompet Dhuafa.
Mahasiswa UNM yang terpilih, seperti Ahmad Faqih, Bambang Wicaksono, Alif, dan Aulia Tridani Yasmin, mempresentasikan ide bisnis yang dikembangkan selama masa pendampingan. Mereka mendapat masukan konstruktif terkait potensi pengembangan usaha, keberlanjutan finansial, dan inovasi digital.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keberanian mahasiswa dalam menunjukkan ide bisnis kreatif di forum nasional tersebut. “Ini adalah langkah nyata bagaimana mahasiswa UNM bergerak dari ide menuju aksi,” ujarnya.

Di sisi lain, pameran hasil karya mahasiswa Interior Design President University berhasil menembus pasar internasional. Karya desain mebel dan kursi telah dipesan oleh pembeli dari Amerika Serikat, Columbia, Australia, dan Jepang. Desain unik dan elegan menjadi kunci keberhasilan produk ini dalam menarik minat pasar global.
Menurut Dosen Prodi Interior Design PresUniv, Prabu Wardono, mahasiswa harus mampu menawarkan solusi desain yang baru yang belum pernah dibuat oleh pabrik mana pun di dunia. “Kemampuan mengeksploitasi bahan rotan sesuai karakter bahannya sangat penting,” tambahnya.
Dekan Faculty of Art, Design, dan Architecture (FADA) PresUniv, Agus Canny, menegaskan bahwa metode ajar yang menerapkan bahasa Inggris sangat berguna untuk bekal mahasiswa. “Mereka bisa membuat proposal dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan network dan relasinya di luar negeri,” ujarnya.
Dari berbagai pameran kewirausahaan yang digelar, baik di Kediri maupun Jakarta, terlihat bahwa inovasi mahasiswa semakin berkembang dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Dengan dukungan kampus, mentor bisnis, dan peluang kompetisi, mahasiswa kini memiliki kesempatan besar untuk menjadi wirausaha sukses di masa depan.





