KediriNews.com – Pameran Anggrek Internasional di Kediri Tarik Ribuan Wisatawan pada 14-18 Desember 2025

Pameran Anggrek Internasional yang digelar di Kediri pada 14 hingga 18 Desember 2025 berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan, baik lokal maupun internasional. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkenalkan keindahan dan keragaman anggrek yang dimiliki oleh Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Acara yang diselenggarakan di Kampoeng Anggrek, sebuah destinasi wisata edukasi yang terletak di lereng Gunung Kelud, menampilkan lebih dari 100 spesies anggrek, termasuk varietas langka dan hibrida eksotis. Pengunjung dapat melihat koleksi anggrek seperti Anggrek Bulan (Phalaenopsis), Anggrek Dendrobium, Anggrek Vanda, Anggrek Cattleya, Anggrek Cymbidium, dan Anggrek Macrophyllum. Beberapa di antaranya bahkan merupakan anggrek impor dari Taiwan dan Thailand, seperti Anggrek Hitam dan Anggrek Vanda.

Pengunjung mengagumi berbagai jenis anggrek di pameran internasional di Kediri

Pameran ini juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk belajar langsung tentang budidaya anggrek melalui workshop edukasi yang tersedia. Selain itu, acara ini juga menawarkan berbagai aktivitas menarik seperti lomba bercerita bahasa Jawa, lomba mewarnai, drama musikal, serta bazar UMKM yang menampilkan produk lokal.

Pengunjung mengikuti workshop edukasi budidaya anggrek di pameran internasional di Kediri

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachri Ahamad, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat kepada museum dan koleksi-koleksi sejarah. “Selain pameran, kami juga menyediakan berbagai kegiatan seperti lomba bercerita dan drama musikal. Kami berharap masyarakat dapat menikmati akhir pekan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil belajar,” ujarnya.

Pameran Anggrek Internasional di Kediri tidak hanya menjadi ajang pameran tanaman, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat tali silaturahmi antar daerah. Beberapa museum daerah sekitar seperti Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Museum Anjuk Ladang Nganjuk, Museum Daerah Tulungagung, serta Museum 10 November Surabaya turut berpartisipasi dalam acara ini.

Dengan adanya pameran ini, Kediri semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik. Kampoeng Anggrek, yang dibuka secara resmi pada awal tahun 2016, memiliki luas sekitar 400 hektar dan dilengkapi laboratorium kultur jaringan untuk pengembangan anggrek. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, musala, kantin, taman satwa, taman bermain anak-anak, kolam renang, dan area outbound.

Pameran Anggrek Internasional di Kediri pada 14-18 Desember 2025 membuktikan bahwa kota ini mampu menarik minat wisatawan dengan berbagai potensi alam dan budaya yang dimilikinya. Dengan suasana yang indah dan berbagai aktivitas menarik, acara ini menjadi salah satu acara utama yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *