Kediri – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melakukan inspeksi langsung terhadap proyek peningkatan jalan dan drainase di kawasan pusat kota. Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Jumat, 16 Desember 2025, dengan fokus utama pada proses pengerjaan saluran drainase yang menjadi bagian dari program penataan ruang kota.
Pembangunan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan strategis seperti Jalan Stasiun dan Jalan PJKA. Proyek ini juga mencakup rehabilitasi trotoar serta penataan lingkungan sekitar guna mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata.
“Kami ingin memastikan bahwa semua pekerjaan berjalan sesuai rencana dan standar kualitas yang telah ditetapkan,” ujar Mbak Wali saat meninjau lokasi proyek. “Selain itu, kami juga memantau perkembangan pemasangan saluran drainase yang sangat penting untuk menghindari genangan air selama musim hujan.”

Dalam kunjungannya, Mbak Wali menyampaikan apresiasi kepada para pelaksana proyek yang telah bekerja keras untuk memenuhi target penyelesaian pada akhir tahun 2025. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lokasi proyek agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang sedang dibangun. Ini adalah investasi untuk masa depan Kota Kediri,” imbuhnya.

Proyek peningkatan infrastruktur ini telah dimulai sejak awal tahun 2025 dan diharapkan selesai dalam waktu sekitar 210 hari. Salah satu aspek penting dalam proyek ini adalah perbaikan sistem drainase yang bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan pusat kota. Selain itu, peningkatan trotoar juga dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Yono Heryadi, menjelaskan bahwa konsep pembangunan ini dirancang untuk menciptakan kawasan yang lebih estetis dan ramah lingkungan. Penggunaan material alami seperti batu bata dan paving block dipilih untuk memberikan kesan modern namun tetap sesuai dengan karakteristik kota.
“Kami juga berencana untuk menanam pohon Jacaranda di sepanjang jalan sebagai salah satu ciri khas Kota Kediri. Warna ungu dari bunga pohon ini akan menambah keindahan kawasan dan menjadi daya tarik wisata,” tambah Yono.
Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan dua kontraktor besar, yaitu CV. Citra Terapan Konstruksi dan PT. Berlian Karya Teknik, yang masing-masing menangani bagian tertentu dari proyek. Kedua perusahaan ini telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas mereka.
Mbak Wali menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah bagian dari upaya Pemkot Kediri untuk mewujudkan visi “Kediri City Tourism (D’CITO)” yang bertujuan menjadikan kawasan pusat kota sebagai destinasi wisata baru. Dengan peningkatan kualitas infrastruktur, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat sektor ekonomi lokal.
“Kami percaya bahwa dengan penataan yang baik, Kota Kediri akan semakin nyaman dan layak untuk dikunjungi,” tutup Mbak Wali.





