Kediri, Jawa Timur – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting. Inisiatif ini dilakukan dalam konteks tahun 2025, yang menjadi target penurunan angka stunting hingga zero digit.
Mas Dhito menyatakan bahwa konsumsi ikan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, terutama protein dan omega-3 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. “Ikan adalah sumber gizi yang luar biasa, dan kita harus membudayakan gemar makan ikan sejak dini,” ujarnya.
Pengajakan ini tidak hanya berlaku bagi anak-anak, tetapi juga mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu hamil dan lansia. Menurutnya, dengan memperhatikan asupan gizi sejak dini, generasi penerus bangsa akan lebih sehat dan berkualitas. “Kami berharap budaya makan ikan dapat dimulai dari lingkungan keluarga,” tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Kediri telah menunjukkan penurunan signifikan dalam angka stunting. Pada 2021, angka stunting mencapai 14,1 persen, namun pada Februari 2024, angka tersebut turun menjadi 7,9 persen. Target Bupati Kediri adalah mencapai zero digit stunting pada 2025 atau 2026.

Mas Dhito juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi program pemberian makanan tambahan (PMT) yang diberikan kepada anak-anak. “Pastikan PMT benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak, bukan orang tua mereka,” pesannya kepada camat dan kepala desa.
Selain itu, bupati meminta para pemangku kebijakan untuk membuat target penurunan stunting di wilayah masing-masing. “Camat harus punya target stuntingnya turun menjadi berapa persen di wilayahnya di tahun depan,” imbuhnya.

Dengan inisiatif ini, Mas Dhito berharap masyarakat Kediri bisa menjadikan ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Dengan demikian, generasi emas Indonesia 2045 akan tumbuh dalam kondisi yang optimal, baik secara fisik maupun mental.





