KediriNews.com – Kediri Berhasil Turunkan Angka Stunting Secara Drastis di Tahun 2025

0
98d051cf9591e9f8e59842d4dc781db4.jpg

Kabupaten Kediri berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dalam upaya menurunkan angka stunting. Pada tahun 2025, angka stunting di daerah ini berhasil turun secara drastis, menjadi salah satu kabupaten yang sukses dalam mengatasi masalah pertumbuhan anak yang terganggu. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah setempat dan masyarakat dalam memperhatikan kesehatan dan gizi balita.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kediri telah melakukan berbagai inovasi untuk percepatan penurunan stunting. Salah satu program unggulan adalah pembentukan Srikandi Biru, yaitu kader PKK yang bertugas melakukan pendampingan bagi ibu hamil dan keluarga berisiko stunting. Program ini memberikan layanan konsultasi dan pemantauan kesehatan secara berkala, sehingga risiko stunting dapat diminimalkan sejak dini.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan kegiatan Cegah dan Atasi Stunting (Centing), yang melibatkan gerakan ASI eksklusif, makan ikan, sayur, dan buah serta pemanfaatan lingkungan. Dengan adanya program ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya nutrisi yang seimbang untuk tumbuh kembang anak.

Tidak hanya itu, ada pula gerakan Garpu Gaspol yang merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Gerakan ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga berisiko stunting. Selain itu, pemerintah juga mendorong program kolam lele keluarga dan penanaman padi biofortifikasi yang kaya akan zinc, sebagai langkah pencegahan nutrisi yang kurang.

[IMAGE: Kediri Berhasil Turunkan Angka Stunting Secara Drastis di Tahun 2025]

Upaya pencegahan dini juga dilakukan dengan menggandeng kalangan milenial melalui gerakan Cah Kediri cegah stunting. Gerakan ini bertujuan untuk menurunkan angka perkawinan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi anak-anak.

Pemantauan di lapangan juga terus dilakukan melalui kegiatan posyandu. Di Posyandu Bahagia, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak-anak. Hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Kediri sangat baik, tanpa adanya indikasi keterlambatan pertumbuhan.

[IMAGE: Kediri Berhasil Turunkan Angka Stunting Secara Drastis di Tahun 2025]

Selain pengukuran, kegiatan posyandu juga menyelenggarakan imunisasi, pemberian tambahan makanan bergizi, vitamin, dan kelas ibu hamil. Semua ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ani Mardiyati, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. “Kami sangat bersyukur atas dukungan seluruh pihak, termasuk para kader PKK dan masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, Kabupaten Kediri menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan stunting. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat telah membuktikan bahwa dengan perencanaan yang baik dan kolaborasi yang kuat, masalah kesehatan masyarakat bisa diminimalisir dan bahkan diatasi.

KediriNews.com – Kediri Berhasil Turunkan Angka Stunting Secara Drastis di Tahun 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *