KediriNews.com – Jembatan Semampir Kota Kediri ditutup total mulai 15 September hingga 12 November 2025, sebagai bagian dari rencana rehabilitasi konstruksi yang mengalami kerusakan. Penutupan ini menyebabkan kemacetan parah di sepanjang jalan, khususnya pada hari Senin, 16 Desember 2025.

Jembatan Semampir, yang telah berdiri sejak tahun 1992, dinyatakan dalam kondisi tidak aman oleh Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN). Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, pemerintah kota Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penutupan total selama proses perbaikan.

Kepala Dishub Kota Kediri, Didik Catur, mengungkapkan bahwa penutupan ini akan berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses rehabilitasi ini. Semoga masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya ini demi terciptanya infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengurangi dampak penutupan. Kendaraan angkutan barang dan bus dari arah Surabaya ke Tulungagung dialihkan melalui Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, dan Jalan Kapten Tendean. Sementara itu, kendaraan dari arah Tulungagung ke Surabaya diarahkan melalui Jalan Sersan Suharmaji dan Jalan PB Sudirman.

Arus lalu lintas macet akibat penutupan Jembatan Semampir

Untuk kendaraan berat di atas 10 ton, disarankan mengambil jalur alternatif melalui Papar menuju Tulungagung atau Blitar agar tidak mengganggu jalan utama seperti Jalan PB Sudirman dan Yos Sudarso.

Sosialisasi dilakukan secara masif melalui media sosial, banner, dan spanduk. Selain itu, Area Traffic Control System (ATCS) di ruang Pusat Pengendali Lalu Lintas (PPL) Dishub juga dimaksimalkan untuk memantau arus lalu lintas secara real-time.

Petugas lalu lintas mengatur arus lalu lintas di wilayah Kediri

Dishub juga bekerja sama dengan Satlantas Polres Kediri Kota dan Satker UPT Terminal untuk menambah personel di titik-titik rawan kemacetan. Petugas siaga di lapangan untuk memastikan kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Penutupan Jembatan Semampir menciptakan kepadatan di beberapa titik, termasuk di Simpang Empat Semampir, Simpang Empat Mrican, dan Jalan Super Semar. Warga dan pengemudi mengeluhkan kemacetan yang terjadi sepanjang hari, khususnya pada 16 Desember 2025.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas dan peningkatan pengawasan, diharapkan dampak penutupan Jembatan Semampir dapat diminimalkan. Namun, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk rambu-rambu pengalihan arus lalu lintas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *