KediriNews.com – Geger Penemuan Tulang Belulang Manusia di Hutan Kediri 18 Desember 2025: Fakta dan Informasi Terkini

Pada hari Senin, 18 Desember 2025, warga Kabupaten Kediri kembali digemparkan oleh penemuan tulang belulang manusia di hutan desa setempat. Kejadian ini menimbulkan berbagai spekulasi dan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar serta kemungkinan adanya kasus kriminal yang masih terpendam.

Penemuan tersebut dilakukan oleh dua warga Dusun Klepu, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, yakni Andik (30) dan Aji (25). Mereka sedang mencari rebung bambu saat melangkah lebih dalam ke dalam hutan dan menemukan jasad yang sudah menjadi tulang belulang. Jasad tersebut diperkirakan laki-laki dan belum diketahui identitasnya (Mr.X).

AKP Kamsudi, Kasubbag Humas Polresta Kediri, menjelaskan bahwa temuan tersebut terjadi pada Sabtu (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB. “Mereka mencari rebung, namun karena tidak menemukannya, mereka memutuskan untuk masuk lebih dalam ke hutan,” ujarnya.

Warga Menemukan Tulang Belulang Manusia di Hutan Kediri

Saat itu, Andik dan Aji menemukan jasad yang telah menjadi tulang belulang. Mereka mengaku merasa takut dan memutuskan untuk bergegas pulang sambil melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa. Perangkat desa kemudian berkoordinasi dengan pihak Polsek Banyakan untuk melakukan proses evakuasi.

Proses evakuasi dilakukan pada Selasa (7/1) sore dengan melibatkan 16 personel gabungan, termasuk anggota Polsek Banyakan, identifikasi Polresta Kediri, perhutani, dan masyarakat Desa Parang. AKP Kamsudi menyebutkan bahwa medan di hutan cukup sulit, sehingga memerlukan perhitungan matang dalam proses evakuasi.

Tulang belulang manusia tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses visum. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas jasad tersebut dan apakah ada hubungan dengan kejahatan atau kasus lainnya.

Proses Evakuasi Tulang Belulang Manusia di Hutan Kediri

Selain itu, ada informasi tambahan dari laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa di lokasi lain di Kediri juga ditemukan tulang belulang manusia. Pada 30 Desember 2024, sebuah penemuan serupa terjadi di Desa Doko, Kecamatan Ngasem. Di bawah pondasi rumah yang sedang direnovasi, ditemukan tulang belulang manusia yang terbungkus kain kafan.

Supandi, salah satu pekerja bangunan, mengungkapkan bahwa mereka awalnya mengira yang ditemukan adalah tulang hewan. Namun, setelah melaporkan ke polisi, tim gabungan langsung datang untuk memeriksa lokasi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tulang-tulang tersebut tidak lengkap dan telah bercampur tanah.

Dokter Puskesmas Ngasem, Ria Rohmatul Karimah, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan sementara belum dapat memastikan apakah tulang tersebut berasal dari manusia atau hewan. Ia menambahkan bahwa kondisi tulang yang koyak dan tidak utuh mengindikasikan adanya proses perpindahan atau perbedaan waktu antara penguburan dengan kematian aslinya.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta terkait penemuan-penemuan tulang belulang manusia di Kediri. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Penemuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kondisi lingkungan dan sejarah wilayah Kediri yang mungkin masih menyimpan rahasia-rahasia lama. Dengan adanya beberapa penemuan seperti ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap memberikan informasi jika menemukan hal-hal mencurigakan.

Pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan akurat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *