KECELAKAAN KERETA API! Mobil Sedan Terseret 100 Meter di Perlintasan Tanpa Palang Kecamatan Ngadiluwih pada 23 Mei 2025

KediriNews.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api, kali ini di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Sabtu (23 Mei 2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebuah mobil sedan tertabrak oleh Kereta Api yang melaju dari arah timur ke barat. Akibatnya, kendaraan tersebut terseret sejauh sekitar 100 meter sebelum akhirnya berhenti.

Dalam laporan resmi yang diterima oleh KediriNews.com, kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih. Saat kejadian, mobil sedan yang dikemudikan oleh seorang pria mengalami kecelakaan setelah tidak bisa menghindari kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi. Diketahui bahwa perlintasan tersebut tidak memiliki palang pintu, sehingga pengemudi mobil tidak menyadari adanya kereta yang mendekat.

“KAI Daop 7 Madiun sangat menyesalkan kejadian ini. Kami terus memperkuat kesadaran masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melewati perlintasan sebidang,” ujar Rokhmat Makin Zainul, Manager Humas Daop 7 Madiun, seperti dilansir dari Kompas.com.

Penyebab dan Proses Evakuasi

Mobil sedan terseret 100 meter akibat kecelakaan kereta api di perlintasan tanpa palang Ngadiluwih

Menurut informasi awal, penyebab kecelakaan diduga berasal dari kurangnya kesadaran pengemudi mobil terhadap tanda peringatan di sekitar perlintasan. Selain itu, kondisi jalan yang sempit dan minimnya pencahayaan juga menjadi faktor yang turut memengaruhi kejadian ini.

Setelah kejadian, petugas darurat segera tiba di lokasi dan melakukan evakuasi kendaraan serta memberikan pertolongan kepada korban. Mobil sedan yang terseret sejauh 100 meter berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, korban yang terluka langsung dilarikan ke RSUD Kediri untuk mendapatkan perawatan intensif.

Korban dan Kondisi Terkini

Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban dalam kecelakaan ini. Namun, sumber lokal mengatakan bahwa pengemudi mobil mengalami luka parah dan sedang dalam perawatan medis. Selain itu, dua penumpang lainnya juga mengalami cedera ringan.

“Kami sedang memastikan kondisi korban dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata seorang petugas medis di RSUD Kediri.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih waspada saat melewati perlintasan kereta api. Meskipun beberapa perlintasan sudah dilengkapi dengan palang pintu dan tanda peringatan, masih banyak perlintasan yang tidak memiliki fasilitas lengkap.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas di area perlintasan. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melewati perlintasan saat kereta sedang melintas. Keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Rokhmat Makin Zainul.

Reaksi dari Tokoh Lokal

Tokoh masyarakat Ngadiluwih, Amin, mengatakan bahwa kecelakaan ini menjadi bukti bahwa perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya di sekitar rel kereta api. Ia juga menyarankan pemerintah daerah untuk segera membangun palang pintu di perlintasan yang masih berstatus tanpa palang.

“Kami berharap pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Amin.

Kesimpulan

Kecelakaan kereta api yang menimpa mobil sedan di Kecamatan Ngadiluwih menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah perlintasan tanpa palang pintu, kesadaran dan disiplin masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa. PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah daerah harus bekerja sama untuk meningkatkan keselamatan di area perlintasan.

Petugas darurat mengevakuasi mobil yang tertabrak kereta api di perlintasan Ngadiluwih

KecelakaanKeretaApi #Ngadiluwih #KeretaApiTanpaPalang #KeselamatanLaluLintas #KAIIndonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *