KediriNews.com – Sebanyak puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Papar, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan keliling yang dijual di sekitar lingkungan sekolah. Kejadian ini terjadi pada hari Jumat, 10 Februari 2025, dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak serta keselamatan makanan yang beredar di wilayah tersebut.
Menurut laporan saksi mata, sejumlah siswa tiba-tiba mengeluh mual, muntah, dan pusing setelah menyantap jajanan seperti dogput atau endog nyumput. “Saya melihat banyak teman-teman saya muntah di dalam kelas. Awalnya tidak ada yang curiga, tapi seiring waktu kondisi mereka semakin memburuk,” ujar salah satu siswa yang enggan disebut namanya.
Pihak sekolah segera merespons dengan membawa korban ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Dari data yang diperoleh, sekitar 30 siswa harus menjalani perawatan intensif, termasuk infus. Sementara itu, siswa lainnya hanya menjalani observasi medis karena tidak menunjukkan gejala serius.

Guru SDN Ciptaharja, Heryana, menjelaskan bahwa para siswa diduga mengonsumsi jajanan bernama dogput, yang merupakan campuran mi, telur, dan kulit lumpia, dan dijual seharga Rp2.000 per porsi oleh pedagang keliling menggunakan gerobak bermotor. “Kronologi kejadian bermula saat kami menerima laporan adanya siswa kelas V yang mengalami muntah dan pusing. Laporan serupa kemudian datang dari siswa lainnya di kelas yang sama,” kata Heryana.
Korban keracunan tidak hanya terbatas pada siswa kelas V, tetapi juga mencakup siswa kelas VI dan III. Pihak sekolah memutuskan untuk membawa seluruh siswa yang mengonsumsi makanan tersebut ke Puskesmas, baik yang menunjukkan gejala maupun tidak. “Mereka yang mengalami gejala langsung mendapat penanganan medis, sedangkan siswa tanpa keluhan hanya menjalani pemeriksaan dan pemantauan,” tambah Heryana.

Dalam rangka memastikan keselamatan makanan, pihak dinas kesehatan setempat telah melakukan investigasi terhadap pedagang jajanan yang bersangkutan. Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti keracunan tersebut.
Beberapa orang tua siswa mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kualitas jajanan yang dijual di sekitar sekolah. “Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saya khawatir anak-anak kita terlalu mudah mengonsumsi makanan yang tidak jelas asalnya,” ujar salah satu orang tua yang enggan disebut namanya.
Insiden ini menjadi peringatan bagi pihak sekolah dan pengawas makanan untuk lebih ketat dalam memantau aktivitas jajanan keliling di sekitar lingkungan pendidikan. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak.
Hashtag:





