KediriNews.com – Peristiwa bullying yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kota kembali menjadi perhatian publik setelah video yang menunjukkan seorang siswa dipaksa memakan kapur viral di media sosial. Kejadian ini terjadi pada 5 November 2025 dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga pendidikan.
“Perundungan adalah tindakan yang sangat merugikan dan merusak psikologis korban,” ujar Dr. Ani Wijayanti, dosen Psikologi Universitas Negeri Malang, dalam wawancara dengan Kompasiana. “Bentuk-bentuk perundungan seperti ini harus segera ditangani agar tidak terulang kembali.”
Dalam video tersebut, terlihat seorang siswa SD sedang duduk di lantai sambil menggenggam bungkusan kapur. Beberapa siswa lainnya tampak berdiri di sekitarnya, mungkin sebagai pelaku atau saksi. Tidak ada informasi jelas mengenai identitas pelaku atau motif di balik tindakan ini. Namun, tindakan tersebut jelas melanggar prinsip penghormatan dan keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.
- Bentuk-Bentuk Perundungan di Sekolah
- Fisik: Pemukulan, penendangan, atau penganiayaan fisik lainnya.
- Verbal: Ejekan, caci maki, atau penghinaan.
- Sosial: Pengucilan, penyebaran rumor negatif, atau pembuangan dari kelompok.
- Cyberbullying: Pelecehan melalui media digital atau media sosial.
Perundungan bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya pengawasan guru, rendahnya empati siswa, atau lingkungan sekolah yang tidak inklusif. Dampaknya sangat luas, mulai dari gangguan psikologis hingga penurunan prestasi akademik.
- Tindakan Pencegahan yang Efektif
- Pendidikan Karakter: Memberikan pemahaman tentang pentingnya empati, toleransi, dan saling menghargai.
- Pelatihan Guru: Memastikan guru mampu mengenali tanda-tanda perundungan dan menangani kasus secara tepat.
- Peran Teman Sebaya: Siswa dapat menjadi pelindung korban dan melaporkan perilaku bullying.
- Kebijakan Anti-Bullying: Penerapan aturan yang jelas dan konsisten di sekolah.
-
Keterlibatan Orang Tua: Orang tua perlu aktif mengawasi anak dan bekerja sama dengan sekolah.
-
Konteks Kasus di Kecamatan Kota
Menurut laporan awal, kejadian ini terjadi di sebuah SD di Kecamatan Kota. Video yang viral menunjukkan tindakan yang tidak manusiawi terhadap seorang siswa. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak sekolah, kejadian ini menunjukkan bahwa sistem pencegahan bullying masih membutuhkan perbaikan.
“”
- Respons dari Pihak Sekolah dan Pemerintah
Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun, beberapa organisasi pendidikan telah menyampaikan kekecewaan mereka atas tindakan yang dilakukan. Mereka menekankan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perundungan.
“Kami mendesak pihak sekolah untuk segera menindaklanjuti laporan ini dan memberikan perlindungan bagi semua siswa,” ujar Ibu Rina, Ketua Komite Sekolah SD Negeri 1 Kota.
- Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan
- Investigasi oleh Pihak Berwajib: Polisi harus segera menyelidiki kasus ini dan menemukan pelaku.
- Edukasi kepada Siswa: Sekolah perlu mengadakan program edukasi tentang pentingnya kepedulian dan penghormatan terhadap sesama.
- Pemulihan Trauma: Korban perlu mendapatkan bantuan psikologis untuk mengatasi trauma yang dialaminya.

Kesimpulan
Peristiwa bullying yang terjadi di Kecamatan Kota menunjukkan betapa pentingnya upaya pencegahan dan penanganan yang efektif di lingkungan sekolah. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua anak.





