KediriNews.com – Seorang pengendara motor hanyut ke dalam sungai setelah terjatuh saat melintasi area rawan banjir di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada 4 Desember 2025. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai.
Menurut laporan awal dari petugas BPBD setempat, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika cuaca sedang memburuk akibat hujan deras. Pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya itu berusaha melewati jembatan yang sempit dan licin. Namun, karena aliran air yang deras dan kondisi jalan yang tidak stabil, kendaraannya tiba-tiba oleng dan terjatuh ke dalam sungai.
“Kami menerima laporan tentang seorang pengendara motor yang hanyut ke dalam sungai. Saat ini tim pencarian sedang melakukan upaya evakuasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno.
Penyebab dan Risiko Banjir di Kecamatan Mojo
Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Mojo tidak hanya mengancam keselamatan pengendara tetapi juga mengganggu infrastruktur dan kesejahteraan warga. Banjir yang terjadi di wilayah ini seringkali disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta aliran sungai yang tidak stabil.
Sungai Bruni, yang menjadi sumber utama aliran air di daerah ini, sering kali meluap ketika musim hujan tiba. Hal ini menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara. Selain itu, longsoran tanah dari lereng-lereng sekitar juga sering kali menghalangi jalur transportasi.
“Kami telah memberikan peringatan kepada warga untuk lebih waspada terhadap kondisi jalan dan menghindari melewati area yang rawan banjir,” tambah Djoko.
Upaya Pemulihan Pasca-Banjir
Setelah kejadian tersebut, pihak BPBD bersama dengan TNI, Polri, dan relawan langsung turun ke lapangan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka menggunakan perahu karet dan alat bantu lainnya untuk mencari korban yang hanyut.
Selain itu, proses pembersihan dan perbaikan infrastruktur juga dilakukan secara bersamaan. Jalan-jalan yang tergenang lumpur dan tertutup material longsor diperbaiki agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya upaya ini, kondisi wilayah bisa kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” ujar salah satu anggota tim BPBD.

Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan
Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa, pemerintah daerah dan masyarakat setempat perlu meningkatkan kesadaran akan risiko banjir. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
-
Meningkatkan pengawasan terhadap alur sungai dan kondisi jalan.
Petugas dan warga harus rutin memantau area rawan banjir, terutama saat musim hujan tiba. -
Melakukan penguatan struktur jembatan dan jalan.
Jembatan dan jalan yang rawan longsor perlu diperkuat agar tidak mudah rusak saat terkena aliran air. -
Meningkatkan edukasi masyarakat.
Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang cara menghadapi banjir dan bagaimana menjaga keselamatan diri. -
Memperbaiki sistem drainase.
Sistem saluran air yang baik akan membantu mengurangi risiko banjir dan melindungi lingkungan sekitar.

Kesimpulan dan Harapan
Peristiwa pengendara motor hanyut ke dalam sungai di Kecamatan Mojo pada 4 Desember 2025 menjadi peringatan penting bagi seluruh masyarakat bahwa bencana alam masih bisa terjadi kapan saja. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi penanggulangan bencana, risiko kecelakaan dan kerugian bisa diminimalisir.
Semoga dengan adanya upaya pencegahan dan penanggulangan yang maksimal, masyarakat Kecamatan Mojo dapat hidup aman dan nyaman meski berada di daerah yang rentan banjir.





