JAM DINDING! Penunjuk Waktu Unik Antik di Kecamatan Kota pada 15 September 2025!
KediriNews.com – Di tengah perkembangan teknologi dan desain interior yang semakin canggih, sebuah fenomena unik mulai menarik perhatian masyarakat: jam dinding antik yang kembali diminati di Kecamatan Kota. Pada tanggal 15 September 2025, warga setempat akan menyaksikan pameran khusus yang menampilkan berbagai jenis jam dinding klasik dan modern, yang tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai elemen dekoratif yang memperkaya estetika ruangan.
Jam dinding antik memiliki daya tarik tersendiri karena mengandung nilai sejarah dan seni yang tinggi. Banyak orang menganggap jam dinding klasik sebagai benda yang bernilai koleksi, terutama jika memiliki desain yang unik atau bahan yang langka. “Saya suka melihat jam dinding antik karena mereka memiliki cerita sendiri,” ujar Ibu Siti, salah satu pengunjung pameran. “Setiap jam punya keunikan, baik dari bentuknya maupun cara kerjanya.”
Berikut beberapa jenis jam dinding yang akan ditampilkan dalam pameran tersebut:
-
Jam Dinding Kayu Tradisional
Jam ini umumnya dibuat dari kayu berkualitas tinggi seperti jati atau mahoni. Desainnya sederhana namun elegan, dengan angka yang digambar atau dipahat secara manual. Beberapa model bahkan dilengkapi dengan alat penggerak mekanis yang membuat jarum bergerak secara alami. -
Jam Dinding Logam Kuno
Terbuat dari logam seperti tembaga atau besi, jam ini sering kali memiliki ukiran halus yang mencerminkan keahlian tukang kunci zaman dulu. Meski lebih berat, jam ini sangat kokoh dan tahan lama. -
Jam Dinding Digital Klasik
Meskipun saat ini jam digital sudah menjadi tren, ada juga jam digital yang dirancang dengan gaya retro. Contohnya, jam dengan layar LED berwarna biru atau merah yang mirip dengan jam tahun 80-an. -
Jam Dinding Kustom
Beberapa peserta pameran juga membawa jam dinding yang dibuat khusus sesuai permintaan. Mulai dari jam dengan gambar karakter kartun hingga jam yang dilapisi batu alam.
“Jam dinding antik bukan hanya sekadar alat penunjuk waktu, tapi juga simbol keindahan dan keberlanjutan,” kata Arif, salah satu pelaku usaha jam dinding di Kecamatan Kota. “Banyak orang kini mulai sadar bahwa mendaur ulang benda-benda lama bisa memberikan nilai tambah.”
Pameran ini juga akan menampilkan informasi tentang sejarah jam dinding dan bagaimana teknologi telah berkembang dari jam mekanis hingga jam digital. Selain itu, para pengunjung akan diajak untuk mencoba memasang jam dinding sederhana menggunakan bahan daur ulang seperti kayu palet atau piring bekas.
Tips Merawat Jam Dinding Antik
Untuk menjaga keawetan jam dinding antik, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Hindari paparan sinar matahari langsung, karena dapat merusak cat atau bahan kayu.
- Bersihkan secara rutin dengan kain lembut dan sedikit air sabun.
- Jauhkan dari kelembapan tinggi, terutama untuk jam yang terbuat dari logam.
- Periksa mekanisme jam secara berkala, terutama jika jam masih menggunakan sistem mekanis.
Pameran ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 15 hingga 17 September 2025, di Gedung Olahraga Kecamatan Kota. Acara ini diharapkan bisa menjadi ajang edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih menghargai seni dan tradisi.

Kesimpulan
Jam dinding antik tidak hanya menjadi benda fungsional, tetapi juga menjadi representasi dari seni dan sejarah. Dengan pameran yang digelar pada 15 September 2025, masyarakat Kecamatan Kota memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat keunikan jam dinding klasik. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi momentum untuk mengajak generasi muda agar lebih peduli terhadap warisan budaya dan lingkungan.
