KediriNews.com – Kasus ditemboknya akses jalan oleh tetangga kembali memicu perhatian publik. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Ringinrejo, Jawa Timur, pada 4 Desember 2025. Meski tidak sepenuhnya mirip dengan kasus viral di Pulogadung, Jakarta Timur atau Malang, kasus ini menunjukkan bahwa konflik antar-tetangga masih menjadi isu yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami hanya ingin memiliki akses yang layak untuk masuk dan keluar rumah. Tapi karena tembok itu, kami harus melewati jalanan sempit yang berbahaya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari laporan media lokal.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat bagaimana jalan sempit yang biasa digunakan untuk mengakses rumah warga tersebut kini tertutup oleh tembok yang dibangun tanpa pemberitahuan. Hal ini membuat warga kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk mengirimkan barang atau membawa anak-anak ke sekolah.
- Latar Belakang Konflik
- Masalah ini bermula dari sengketa lahan antara dua keluarga. Salah satu pihak mengklaim bahwa akses jalan tersebut sudah menjadi milik mereka sejak lama.
- Pihak lain, yang merasa dirugikan, mengatakan bahwa jalan tersebut adalah akses umum yang selama ini digunakan oleh banyak warga.
-
Kekesalan mulai muncul ketika salah satu pihak membangun tembok tanpa koordinasi, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
-
Proses Mediasi yang Rumit
- Sejak kejadian, pihak RT dan RW setempat telah mencoba melakukan mediasi. Namun, hingga saat ini belum ada titik temu.
- Kepala Desa dan perwakilan dari Polsek juga turut terlibat dalam upaya penyelesaian masalah.
-
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dalam semalam. Kami butuh waktu untuk memahami perspektif masing-masing pihak,” kata salah satu anggota RT, seperti dilansir oleh portal berita lokal.
-
Dampak bagi Warga Sekitar
- Selain warga yang langsung terkena dampak, masyarakat sekitar juga merasa terganggu. Beberapa pengguna jalan sempit mengeluhkan kesulitan dalam mengakses rumah mereka.
- Anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi juga mengalami gangguan dalam kegiatan belajar-mengajar.
- “Kami tidak bisa menggunakan kendaraan motor lagi. Harus jalan kaki sampai beberapa kilometer,” tambah salah satu warga.
- Pandangan dari Kepolisian
- Menanggapi isu ini, pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa mereka sedang memantau situasi secara berkala.
- “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak desa dan warga untuk mencari solusi yang adil,” ujar Kapolsek setempat, seperti dikutip dari laporan resmi.
-
Meski belum ada tindakan tegas, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka siap mengambil langkah jika diperlukan.
-
Harapan Masyarakat
- Masyarakat berharap agar masalah ini dapat segera terselesaikan tanpa memperparah hubungan antar-tetangga.
- “Kita semua adalah tetangga. Kita harus saling menghargai dan menjaga harmoni,” harap salah satu warga.
- Beberapa tokoh masyarakat juga mengajak kedua belah pihak untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi.


#Ringinrejo #KonflikTetangga #MediasiAlot #ViralDiMediaSosial #HidupBertetangga





