IMAGE: Ular kobra masuk kasur warga Kecamatan Puncu

KediriNews.com – Kejadian mengerikan terjadi di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Seorang warga setempat digigit ular kobra saat sedang tidur pada 5 Desember 2025. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan masyarakat setempat dan mengingatkan akan pentingnya kesadaran akan ancaman satwa liar yang sering kali masuk ke permukiman.

Dilaporkan oleh sumber lokal, korban bernama Budi (nama samaran) awalnya tidak menyadari adanya ular di dalam kamarnya. Saat ia bangun, Budi merasakan gigitan di bagian kaki. Setelah dicek, ternyata ada ular kobra bersembunyi di balik selimut dan bantal tempat ia tidur. Kejadian ini membuat Budi panik dan segera memanggil keluarganya untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Awalnya saya tidak sadar ada ular di kamarku. Tapi setelah melihat bekas gigitan di kaki, saya langsung mengecek dan ternyata ada ular kobra di bawah bantal,” ujar Budi kepada petugas medis, seperti dikutip dari laporan resmi Puskesmas Puncu.

Menurut pengamatan ahli biologi dari Universitas Airlangga, Dr Boedi Setiawan, fenomena ular kobra masuk ke permukiman padat penduduk sering kali terjadi karena habitat alami mereka semakin sempit akibat perkembangan pembangunan. “Ini adalah siklus alami yang terjadi setiap pergantian musim, terutama saat telur-telur ular mulai menetas dan anak-anak ular mencari tempat yang hangat dan aman,” jelas Boedi dalam wawancara dengan Antara beberapa tahun lalu.

Fenomena yang Terjadi di Berbagai Wilayah

Sebelum kejadian di Kecamatan Puncu, telah terjadi berbagai peristiwa serupa di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, di Kota Depok, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) berhasil mengevakuasi seekor ular kobra dari dalam sumur milik warga pada 18 November 2025. Di Bogor, seorang warga digigit ular belang saat banjir melanda kawasan Rancabungur.

Boedi menjelaskan bahwa ular kobra memiliki kebiasaan untuk mencari tempat yang hangat dan lembap, seperti ruangan dalam rumah atau area yang terlindungi. “Banyak ular kobra memilih tempat-tempat yang dekat dengan manusia karena suhu ruangan lebih stabil dibanding lingkungan alaminya,” tambahnya.

Cara Menghindari Masuknya Ular ke Rumah

Untuk mencegah hal serupa terjadi, Boedi menyarankan warga agar menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Jaga kebersihan rumah: Hindari menumpuk barang-barang atau sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
  2. Gunakan pembersih lantai dengan aroma menyengat: Bau tajam dapat mengusir ular.
  3. Hindari meninggalkan sampah makanan di rumah: Sampah bisa menarik tikus, yang merupakan mangsa utama ular.
  4. Periksa ruangan secara berkala: Pastikan tidak ada celah atau lubang yang bisa dimasuki ular.

Selain itu, jika ada ular yang masuk ke permukiman, warga disarankan untuk tidak membunuhnya, tetapi segera menghubungi petugas evakuasi yang terlatih. “Petugas rescue biasanya bekerja sama dengan pemadam kebakaran untuk menangani situasi ini dengan aman,” kata Boedi.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Kejadian di Kecamatan Puncu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman satwa liar. Meskipun tidak semua ular berbahaya, namun ular kobra memiliki racun yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Dalam situasi darurat, seperti gigitan ular, penanganan pertama yang tepat sangat penting. Menurut panduan WHO, korban sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit terdekat yang memiliki stok antibisa. “Antibisa kobra Jawa sudah tersedia di banyak rumah sakit di Indonesia, sehingga masyarakat harus tahu lokasi terdekat,” imbuh Amir Hamidy dari LIPI.

Kesimpulan

Kejadian ular kobra masuk ke dalam kasur di Kecamatan Puncu menjadi peringatan bahwa ancaman satwa liar tidak bisa diabaikan. Dengan kesadaran dan tindakan preventif yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko terkena gigitan ular. Selain itu, penting juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar habitat satwa liar tetap terjaga dan tidak terganggu oleh perkembangan pembangunan.

Anak-anak ular kobra yang baru menetas di lingkungan alami

UlarKobra #KecamatanPuncu #GigitanUlar #KeamananRumah #SatwaLiar #PencegahanUlar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *