IKAN CUPANG MENDUNIA! Breeder Ngadiluwih Kirim Ekspor ke Eropa pada 2 Desember 2025

KediriNews.com – Ikan cupang, yang sebelumnya dikenal sebagai ikan hias lokal, kini tengah menggemparkan dunia internasional. Salah satu wilayah di Indonesia yang menjadi pusat pengembangan ikan cupang adalah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada 2 Desember 2025, breeder setempat akan mengirimkan ekspor ikan cupang ke Eropa, sebuah langkah besar yang menunjukkan pertumbuhan pesat industri ini.

Pengiriman ikan cupang ke Eropa ini bukanlah sekadar kegiatan bisnis biasa. Ini merupakan simbol perjuangan para petani dan breeder lokal yang telah berupaya keras dalam meningkatkan kualitas produksi mereka. Menurut sumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai perdagangan produk perikanan nonkonsumsi seperti ikan hias mencapai Rp 1,78 triliun, dengan ikan cupang menjadi salah satu komoditas utama.

“Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan standar internasional,” ujar Budi, salah satu breeder dari Ngadiluwih. “Kami menggunakan plastik berukuran 9 × 20 cm untuk pengemasan dan memastikan bahwa oksigen cukup selama proses pengiriman. Kami juga melapisinya dengan styrofoam agar aman.”

Langkah-langkah pengemasan ini tidak hanya dilakukan untuk menjaga kualitas ikan, tetapi juga untuk memenuhi standar ekspor yang ketat. Seperti yang disebutkan dalam artikel sebelumnya tentang pengemasan ikan cupang standar internasional, penting untuk memperhatikan komposisi udara dan air dalam plastik, serta cara pengisian oksigen yang tepat.

  1. Pemilihan Plastik: Plastik berukuran 9 × 20 cm digunakan untuk pengemasan ikan cupang. Ukuran ini dipilih karena efisiensi biaya dan kemudahan pengiriman.
  2. Penyimpanan Ikan: Ikan harus puasakan selama 12–24 jam sebelum dikirim. Ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan daya tahan ikan selama perjalanan.
  3. Pengisian Oksigen: Oksigen harus cukup, tetapi tidak berlebihan. Pengisian dengan cara meniup atau menggunakan tabung oksigen langsung dapat menyebabkan masalah.
  4. Lapisan Pelindung: Setelah dimasukkan ke plastik, ikan dilapisi dengan styrofoam dan dibungkus kertas untuk mencegah kerusakan selama transportasi.
  5. Pengemasan Akhir: Styrofoam harus ditutup dan dilakban dengan kuat untuk menghindari kebocoran.

Proses Pengemasan Ikan Cupang oleh Breeder Ngadiluwih

Selain itu, para breeder juga memperhatikan genetika ikan cupang. Menurut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, pemerintah daerah sedang berupaya untuk menciptakan brand ikan cupang sendiri dengan menghasilkan jenis ikan berkualitas tinggi melalui persilangan antara genetik alami dan hasil budidaya.

“Kami ingin para petani ikan cupang di Kediri memiliki identitas merek sendiri. Dengan demikian, ikan cupang dari sini bisa lebih mudah diterima di pasar internasional,” kata Bupati.

Pengiriman ikan cupang ke Eropa juga menjadi momentum penting bagi industri perikanan nonkonsumsi di Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, ekspor ikan hias, termasuk ikan cupang, terus meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor ikan hias Indonesia pada tahun 2012 meningkat sebesar US$ 21,015 juta, atau 8,12% dari total nilai ekspor ikan hias di dunia.

Ikan Cupang yang Siap Diekspor ke Eropa

Dalam konteks yang lebih luas, pengiriman ikan cupang ke Eropa menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi standar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Dengan dukungan pemerintah dan inovasi dari para breeder, industri ikan hias Indonesia semakin menunjukkan potensinya.

Pada akhirnya, keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi para breeder, tetapi juga meningkatkan citra Indonesia sebagai produsen ikan hias berkualitas. Dengan pengiriman ikan cupang ke Eropa pada 2 Desember 2025, Kecamatan Ngadiluwih telah menorehkan prestasi yang luar biasa dalam dunia perikanan.

IkanCupang #EksporIkanCupang #Ngadiluwih #IndonesiaMendunia #PerikananNonKonsumsi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *