KediriNews.com – Kehebohan terjadi di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Probolinggo, setelah seekor anak sapi lahir dengan kondisi yang sangat langka. Sapi tersebut ditemukan memiliki dua kepala dan dua mulut yang terpisah, membuat warga sekitar kaget dan penasaran. Kelahiran aneh ini terjadi pada 5 Februari 2025, dan kini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk kolektor hewan langka dari Jakarta.
“Saya melihat langsung saat itu. Tidak biasa, karena biasanya sapi hanya punya satu kepala. Tapi yang ini dua, dan bahkan ada dua mulutnya,” ujar Surahman, warga setempat yang mengatakan bahwa sapi ini milik tetangganya, Bu Ida. Menurutnya, kehadiran sapi ini seperti mimpi bagi masyarakat sekitar. Banyak orang datang untuk melihat dan memotret hewan yang dianggap unik ini.
Penjelasan Ilmiah tentang Kelahiran Sapi Berkepala Dua

Menanggapi fenomena langka ini, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Disperta setempat, drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan bahwa kondisi ini bisa terjadi akibat faktor genetik atau proses pembelahan embrio yang tidak sempurna. “Secara teori, hal ini bisa terjadi jika sel telur induk sapi membelah diri secara tidak sempurna,” katanya.
Niko, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan penyebab utama. Pertama, jika induk sapi memiliki dua sel telur yang bertemu sperma, maka akan lahir kembar. Namun, jika hanya satu sel telur yang dibentuk, dan sel tersebut mencoba membelah diri namun terganggu, maka akan terbentuk bayi dengan kondisi abnormal seperti dua kepala.
“Dalam kasus ini, kemungkinan besar hanya satu sel telur yang jadi, tapi pembelahan tidak sempurna. Akibatnya, terbentuklah dua mulut dan dua kepala,” tambahnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ini masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Respons Peternak dan Masyarakat

Surahman menyampaikan bahwa pemilik sapi, Bu Ida, sangat terkejut saat melihat kondisi anak sapinya. “Awalnya saya pikir itu kesalahan penglihatan, tapi setelah dilihat lagi, memang benar. Sapi ini sangat unik,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa warga sudah mulai menawarkan uang kepada Bu Ida untuk membeli sapi tersebut, namun sampai saat ini belum ada tawaran resmi yang diterima.
Selain itu, masyarakat sekitar mulai ramai berkunjung ke kandang Bu Ida, baik untuk melihat langsung sapi berkepala dua maupun untuk berfoto sebagai bukti keunikan yang terjadi. Bahkan, beberapa media lokal telah mengunjungi lokasi tersebut untuk meliput peristiwa ini.
Tawaran dari Kolektor Jakarta
Menurut informasi yang beredar, sapi berkepala dua ini kini menjadi incaran para kolektor hewan langka di Jakarta. Beberapa kolektor menghubungi Bu Ida melalui media sosial dan menawarkan harga yang cukup tinggi. Namun, Bu Ida masih mempertimbangkan apakah akan menjual atau mempertahankan sapi tersebut.
“Saya belum tahu harus bagaimana. Saya ingin melindungi sapi ini, karena ini adalah keajaiban yang terjadi di lingkungan kami,” kata Bu Ida. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin menjual sapi ini hanya karena uang, karena merasa hewan ini memiliki makna spiritual dan keunikan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Peringatan dari Ahli Kesehatan Hewan
Drh. Nikolas Nuryulianto juga mengingatkan peternak agar lebih waspada terhadap kesehatan ternak mereka, terutama yang sedang bunting. “Kami mengimbau agar peternak rutin memeriksa kesehatan hewan mereka, terutama jika ada kondisi yang tidak biasa,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan dokter hewan dalam memantau perkembangan hewan ternak, terutama untuk mencegah kondisi yang tidak normal seperti ini. “Jika ada kondisi yang tidak biasa, segera konsultasikan ke ahli agar bisa diberikan perlakuan yang tepat,” pesannya.
Kesimpulan
Kelahiran sapi berkepala dua di Kecamatan Wates telah menjadi perhatian masyarakat luas, baik dari kalangan petani maupun para kolektor hewan langka. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian karena keunikan fisiknya, tetapi juga menjadi topik diskusi ilmiah dan spiritual. Meski belum ada kepastian soal nasib sapi tersebut, satu hal yang pasti, kejadian ini telah menjadi bagian dari sejarah desa Watupanjang.
#SapiBerkepalaDua #HebohWates #KolektorJakarta #HewanLangka #UnikDanMencuriPerhatian





