Warga sekitar Jalan Raya Kandat digemparkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di tepi jalan pada pagi hari. Kejadian ini terjadi pada Jumat (15/8) sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung membuat warga kawasan Alai Gelombang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, heboh.
Penemuan tersebut dilaporkan oleh warga setempat ke pihak berwajib, yang kemudian segera melakukan tindakan darurat. Tim kepolisian langsung menuju lokasi kejadian dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadan, mengonfirmasi adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, korban diperkirakan berusia sekitar 50-an tahun. “Kami mendapat informasi dari warga sekitar yang melaporkan adanya mayat di dalam ruko kosong. Segera setelah itu, kami menuju lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi untuk keperluan penyelidikan,” katanya.
Menurut keterangan warga, korban dikenal sebagai seorang gelandang yang sering terlihat di sekitar trotoar jalan dan kerap meminta-minta uang kepada orang yang melintas. Namun, tidak ada identitas yang ditemukan pada tubuh korban, sehingga menyulitkan pihak kepolisian dalam mengungkap latar belakang pria tersebut.
Bagian kepala korban tampak bersarung, yang menambah kecurigaan adanya kemungkinan tindak kekerasan. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah ada unsur tindak pidana dalam kematian tersebut.
“Kami sudah membawa jasad korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis, untuk memastikan apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau mungkin pembunuhan. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kematiannya,” tambah Rio Ramadan.
Saat ini, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pariaman untuk proses autopsi. Pihak kepolisian juga meminta warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor, karena informasi tersebut sangat penting dalam mengembangkan kasus ini.
Dalam kasus-kasus serupa sebelumnya, seperti penemuan mayat di Majalengka yang juga tanpa identitas, pihak berwajib kesulitan dalam mengidentifikasi korban akibat kondisi tubuh yang membusuk dan rusak. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa kasus ini juga bisa memiliki latar belakang yang sama.
Meski belum ada konfirmasi resmi, situasi ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus-kasus seperti ini. Dengan bantuan warga dan data yang lebih lengkap, harapan besar terbuka untuk mengungkap siapa sebenarnya pria tanpa identitas ini dan apa yang terjadi padanya.
