Harga Telur Ayam Tembus Rp32 Ribu Jelang Natal di Pasar Pahing Kecamatan Pesantren
KediriNews.com — Harga telur ayam di Pasar Pahing Kecamatan Pesantren, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Natal 2025. Pada 14 Desember 2025, harga telur ayam mencapai Rp32.000 per kilogram, angka yang mengejutkan sejumlah pedagang dan konsumen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas.
“Sejak beberapa hari lalu, permintaan telur ayam meningkat tajam karena masyarakat mulai mempersiapkan liburan Natal,” ujar Siti, salah satu pedagang di pasar tersebut. “Kami juga mendapat informasi bahwa pasokan dari daerah penghasil seperti Jawa Tengah sedikit terhambat akibat cuaca buruk.”
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga telur ayam di Pasar Pahing antara lain:
- Permintaan Meningkat: Jelang Natal, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok seperti telur meningkat, terutama untuk persiapan makanan dan hadiah.
- Pasokan Terbatas: Cuaca ekstrem dan kendala distribusi membuat pasokan telur dari daerah penghasil menjadi lebih sulit.
- Biaya Produksi Naik: Biaya pakan ternak dan transportasi juga meningkat, sehingga memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah lain, seperti Bogor dan Cimahi, di mana harga telur dan daging ayam juga melonjak. Hal ini menunjukkan tren nasional yang memengaruhi berbagai pasar di Indonesia.
Dampak pada Konsumen dan Pedagang
Kenaikan harga telur ayam tentu saja memberi dampak pada masyarakat, terutama bagi keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah. Banyak konsumen mengeluhkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
“Saya biasanya membeli telur setiap hari, tapi sekarang harganya jauh lebih mahal. Saya harus membatasi pembelian,” kata Aminah, warga setempat.
Di sisi lain, para pedagang juga menghadapi tantangan. Meski harga naik, penjualan tidak selalu meningkat karena konsumen mulai memilih alternatif lain atau mengurangi penggunaan telur.
Langkah yang Dilakukan
Pihak terkait, seperti Satuan Tugas (Satgas) Pangan, telah mengambil langkah-langkah untuk mengawasi situasi ini. Di Kota Cimahi, misalnya, Satgas Pangan Polres Cimahi melakukan penelusuran ke agen-agen telur dan daging ayam untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau manipulasi harga.
“Kami akan terus memantau pasar dan menindaklanjuti aduan masyarakat jika ditemukan indikasi penimbunan atau pemalsuan harga,” ujar AKP Luthfi Olot Gigantara, Ketua Satgas Pangan Polres Cimahi.
Perkembangan Harga di Berbagai Daerah
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga telur ayam ras pada 13 Desember 2025 mencapai Rp32.600 per kilogram. Angka ini lebih tinggi dari harga normal yang biasanya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp28.000 per kilogram.
Selain telur, komoditas lain seperti cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam juga mengalami kenaikan. Namun, fokus utama saat ini adalah pada telur ayam, yang merupakan kebutuhan harian masyarakat.
Tantangan di Masa Depan
Meskipun kenaikan harga telur ayam terjadi secara alami karena permintaan dan pasokan, situasi ini tetap memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan lembaga terkait. Diperlukan langkah-langkah preventif untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang momen besar seperti Natal dan Tahun Baru.

Kesimpulan
Kenaikan harga telur ayam di Pasar Pahing Kecamatan Pesantren menjelang Natal 2025 menjadi cerminan dari dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Meskipun kondisi ini wajar, pemerintah dan lembaga terkait perlu terus memantau dan mengambil tindakan agar masyarakat tidak terbebani. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, diharapkan harga bahan pokok dapat kembali stabil dan aksesibilitas terjamin.