Harga Mangga Podang Anjlok, Petani Kecamatan Banyakan Menangis di Tengah Kenaikan Harga Pangan

0

KediriNews.com — Harga mangga podang di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Nganjuk, mengalami penurunan drastis pada 5 Desember 2025. Petani setempat mengeluhkan anjloknya harga buah yang biasanya menjadi andalan ekonomi mereka. Saat ini, harga mangga podang hanya berkisar Rp5 ribu per kilogram, jauh di bawah harga normal sebelumnya yang mencapai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

“Kami benar-benar kewalahan. Produksi melimpah, tapi harga tidak sesuai dengan usaha yang kami keluarkan,” ujar Sutrisno, salah satu petani mangga di Kecamatan Banyakan. Ia menyebutkan bahwa harga yang turun tajam membuat penghasilan mereka berkurang drastis. “Bahkan, banyak petani yang harus membuang buah karena tidak laku,” tambahnya.

Petani dan pengepul mangga di daerah ini mengeluhkan adanya penurunan permintaan dari pasar. Sejumlah pihak menyebutkan bahwa penurunan harga ini terjadi akibat pasokan yang berlebihan, serta kurangnya strategi pemasaran yang tepat. “Kami juga kesulitan menjual ke pasar luar daerah karena transportasi mahal dan keterbatasan akses,” ujar Muhtar, pengepul mangga di wilayah tersebut.

Pengepul mangga podang sedang menimbang buah di Pasar Banyakan

Menurut data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga pangan secara nasional pada bulan Desember 2025 tercatat mengalami fluktuasi. Meskipun beberapa komoditas seperti beras dan cabai rawit mengalami penurunan, namun untuk mangga, khususnya mangga podang, harga justru anjlok. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat dan organisasi petani.

Beberapa langkah telah diambil oleh pihak terkait untuk membantu para petani. Misalnya, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan program subsidi atau bantuan logistik agar petani bisa menjual hasil panen mereka lebih mudah. Selain itu, diperlukan pendekatan baru dalam pemasaran, seperti membangun jaringan e-commerce atau kolaborasi dengan pasar-pasar besar.

Buah mangga podang yang akan dipasarkan di pasar tradisional

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi anjloknya harga mangga podang:

  1. Produksi berlebihan: Musim panen yang berkepanjangan menyebabkan pasokan melimpah.
  2. Kurangnya strategi pemasaran: Petani dan pengepul belum memiliki sistem pemasaran yang efektif.
  3. Biaya transportasi tinggi: Pengiriman ke luar daerah terkendala biaya yang mahal.
  4. Permintaan pasar menurun: Konsumen cenderung memilih buah lain yang lebih murah atau tersedia.

Sementara itu, masyarakat dan pelaku bisnis lokal mulai mengkhawatirkan dampak ekonomi dari anjloknya harga mangga podang. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat merugikan petani dan memengaruhi ketersediaan mangga di pasar.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi. Dengan kerja sama antara petani, pengepul, dan pemerintah, diharapkan harga mangga podang dapat kembali stabil dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

ManggaPodang #PetaniBanyakan #AnjlokHarga #PanganNasional #EkonomiRakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *